TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf atau Gus Irfan meminta jemaah haji Indonesia menjadikan wukuf di Arafah sebagai momentum muhasabah dan memperbanyak doa.
Ia meminta sisa waktu wukuf diisi dengan doa, istighfar, zikir, dan kepatuhan kepada arahan petugas.
“Hari ini kita berada di Arafah. Di tempat yang mulia ini, jutaan manusia datang dengan pakaian yang sama, doa yang sama, dan harapan yang sama. Semua menundukkan diri di hadapan Allah SWT,” kata Gus Irfan dalam sambutan Wukuf di Arafah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, Arafah bukan hanya puncak ritual haji, tetapi juga ruang pembinaan spiritual bagi seluruh jemaah.
Selama di Arafah, jemaah dilatih meninggalkan rafats (ucapan kotor), fusuq (perbuatan maksiat), dan jidal (perdebatan) agar mampu menjadi pribadi yang lebih sabar, disiplin, dan santun sepulang dari Tanah Suci.
“Arafah adalah ruang muhasabah. Di sini jemaah dilatih meninggalkan rafats, fusuq, dan jidal. Karena itu, sisa waktu wukuf harus diisi dengan doa, istighfar, zikir, dan kepatuhan kepada arahan petugas,” ujarnya.
Gus Irfan juga mengajak seluruh jemaah memanjatkan doa untuk keluarga, pemimpin bangsa, dan keselamatan Indonesia.
“Doakan keluarga, para pemimpin bangsa, keselamatan Indonesia, dan kembalinya seluruh jemaah sebagai haji mabrur,” katanya.
Jemaah Diminta Jaga Kondisi Selama Armuzna
Selain pesan spiritual, Gus Irfan meminta jemaah menjaga kondisi fisik selama fase Armuzna, yakni rangkaian ibadah Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Jemaah diminta memperbanyak istirahat dan mematuhi arahan petugas agar terhindar dari kelelahan selama puncak ibadah haji.
Selain itu, jemaah juga diminta membawa perlengkapan secukupnya, termasuk obat pribadi, masker, botol minum, dokumen identitas, dan perlengkapan ibadah.
Baca juga: Link Live Streaming Wukuf di Arafah 2026, Pantau Momen Puncak Ibadah Haji dari Tanah Air
Gus Irfan menilai haji tahun ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya penyelenggaraan haji Indonesia berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah.
Ia menyebut seluruh fase keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air telah selesai.
Berdasarkan data operasional Kementerian Haji dan Umrah, sebanyak 527 kelompok terbang (kloter), 202.551 jemaah haji, dan 2.098 petugas telah tiba di Makkah. Selain itu, terdapat 16.596 jemaah haji khusus yang juga telah berada di Arab Saudi.
Pemerintah Siapkan Skema Murur dan Konsumsi
Saat ini, seluruh layanan difokuskan pada kesiapan Armuzna yang mencakup tenda, penempatan jemaah, konsumsi, transportasi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga penempatan petugas.
Baca tanpa iklan