Ringkasan Berita:
- Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan fase haji di Mina membutuhkan mobilitas tinggi serta kedisiplinan jamaah dan petugas.
- Menurutnya, tantangan di Mina lebih kompleks dibanding fase ibadah haji lainnya.
- Karena aktivitas jamaah sangat padat dan membutuhkan kondisi fisik yang prima.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan fase haji di Mina membutuhkan mobilitas tinggi serta kedisiplinan jamaah dan petugas.
Menurutnya, tantangan di Mina lebih kompleks dibanding fase ibadah haji lainnya karena aktivitas jamaah sangat padat dan membutuhkan kondisi fisik yang prima.
"Bagi Kemenhaj, Mina tantangannya lebih kompleks karena menuntut pergerakan yang cukup menguras tenaga, dan membutuhkan kedisiplinan dari petugas dan kerja sama jamaah haji untuk menaati aturan," ujar Dahnil dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).
Dahnil meninjau pelayanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia di Mina, Arab Saudi.
Dirinya menilai peran petugas kesehatan dan pendamping jamaah menjadi sangat penting untuk memastikan seluruh proses ibadah berjalan aman dan lancar, terutama saat mabit dan lempar jumrah.
"Saya mengecek kerja tim kesehatan di Mina, dalam melayani jamaah haji yang melakukan mabit dan lempar jumrah," kata Dahnil.
Baca juga: Makna Lempar Jumrah, Rangkaian Ibadah Haji yang Dilakukan Jemaah di Mina
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan seluruh jemaah haji Indonesia telah berhasil diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah.
Setibanya di Mina, jemaah melanjutkan rangkaian ibadah mabit serta lontar jumrah.
"Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril," ujar Maria dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).
Saat ini, kata Maria, fokus pelayanan diarahkan pada pendampingan jemaah selama berada di Mina, khususnya dalam pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dan hari-hari tasyrik berikutnya.
Sebanyak 751 petugas haji disiagakan di Mina dan ditempatkan di tenda-tenda jemaah serta sejumlah pos layanan sepanjang jalur menuju Jamarat.
Baca juga: Golkar: Pelayanan Haji 2026 Alami Kemajuan dari Tahun Sebelumnya
Selain itu, Kemenhaj juga menyiapkan petugas yang berjaga di Masjidil Haram.
Para petugas dibagi ke dalam 10 satuan ad-hoc yang masing-masing bertanggung jawab terhadap 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda jemaah.
Baca tanpa iklan