Ringkasan Berita:
- Jemaah haji Indonesia diminta tetap memakai jalur resmi menuju Jamarat saat fase Mina.
- Kemenhaj memperingatkan jalan pintas berisiko membuat jemaah tersasar di tengah kepadatan.
- Sebanyak 1.356 petugas Satgas Mina disiagakan di jalur lontar jumrah dan titik pantau.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah haji Indonesia tetap berada di jalur resmi saat menuju kawasan Jamarat di Mina, Arab Saudi.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, meminta jemaah tidak mengambil jalan pintas karena berisiko tersasar di tengah kepadatan arus selama fase Mina.
"Kami imbau para jemaah untuk bisa dipastikan berada tetap pada jalur yang aman dan tidak mengambil jalan pintas yang beresiko," kata Maria dalam konferensi pers virtual, Jumat (29/5/2026).
Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga keselamatan jemaah sekaligus mengantisipasi kepadatan arus menuju lokasi lontar jumrah di Jamarat.
Jalur Resmi Jamarat
Maria mengatakan Kementerian Haji dan Umrah telah menyiagakan sejumlah pos untuk membantu mengarahkan jemaah menuju kawasan Jamarat.
Petugas di pos tersebut bertugas membantu pengaturan arus jemaah dan mengantisipasi kepadatan saat pelaksanaan lontar jumrah, yakni prosesi melempar jumrah dalam rangkaian ibadah haji.
"Jadi pos-pos tersebut bertugas mengarahkan jemaah haji Indonesia menuju ke Jamarat, membantu pengaturan arus serta pelaksanaan lontar jumrah untuk bisa mengantisipasi kepadatan," katanya.
Baca juga: Soal Jemaah Haji Tidak Dapat Tenda di Mina, Wamenhaj Beri Penjelasan Ada Perbedaan Data Syarikah
Kementerian Haji dan Umrah juga menyiagakan 1.356 petugas Satuan Tugas (Satgas) Mina di sejumlah titik pantau dan jalur pergerakan jemaah selama fase puncak ibadah haji.
"Jadi total sebanyak 1.356 petugas Satgas Mina disiagakan untuk mendukung layanan, pengawasan, pengaturan arus jemaah serta respon cepat di lapangan terhadap kebutuhan jemaah," ujarnya.
Ribuan Petugas Disiagakan
Pos pantau Satgas Mina ditempatkan di sejumlah titik strategis, antara lain di Jalan 616, Jalan 535, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, hingga gerbang terowongan Muaisim.
Selain itu, pos pemantauan juga ditempatkan di jalur pergerakan jemaah menuju Jamarat dan jalur kepulangan jemaah usai melaksanakan lontar jumrah.
Kepadatan arus jemaah menuju Jamarat menjadi salah satu perhatian utama pada fase Mina, terutama saat pelaksanaan lontar jumrah yang melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara.
Baca tanpa iklan