Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Banyak umat Islam yang bercita-cita menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Namun, tak sedikit yang dihadapkan pada pilihan ketika telah memiliki dana sekitar Rp 25 juta: lebih baik daftar haji atau umrah dulu?
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah (Bimbad) dan KBIHU Daerah Kerja Makkah, Erti Herlina menyarankan agar umat Islam memprioritaskan pendaftaran haji ketika dana setoran awal sudah tersedia.
Menurutnya, ibadah haji berkaitan dengan konsep istitha'ah atau kemampuan. Kemampuan itu tidak hanya mencakup kondisi kesehatan, tetapi juga kesiapan fisik dan finansial.
"Istitha'ah itu bukan hanya secara kesehatan, tapi secara materi, secara fisik. Ketika sudah sampai istitha'ah-nya, maka wajib untuk pergi haji," ujar Erti ketika berbincang dengan tim Media Center Haji (MCH), beberapa waktu yang lalu.
Ia menjelaskan, kondisi di Indonesia berbeda dengan negara lain. Sebab, calon jemaah tidak bisa langsung berangkat setelah mendaftar.
Panjangnya antrean membuat masyarakat perlu mengamankan nomor porsi sejak dini.
"Di negara kita (naik haji) tidak bisa langsung, karena harus menunggu sekian tahun. Maka, ketika sudah ada uangnya itu, maka saya menyarankan untuk daftar haji dulu," ujar Erti.
Baca juga: Kemenhaj Nilai Biaya Badal Haji Rp 10 Juta Tak Rasional, Ingatkan Jemaah Waspadai Badal Haji Fiktif
Erti yang sehari-hari bekerja di Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi ini mengatakan, masa tunggu haji reguler saat ini mencapai sekitar 26 tahun di sejumlah daerah.
Sementara untuk haji khusus atau haji plus, masa tunggunya berkisar antara lima hingga tujuh tahun.
Menurutnya, rentang waktu yang panjang tersebut justru memberi kesempatan bagi calon jemaah untuk menunaikan umrah sembari menunggu jadwal keberangkatan haji.
"Dalam waktu menunggu itu insya Allah kita bisa melaksanakan umrah jika Allah memberikan rezeki," ungkapnya.
Oleh karena itu, Erti menilai dana Rp 25 juta yang saat ini menjadi setoran awal haji lebih baik digunakan untuk memperoleh nomor porsi terlebih dahulu dibandingkan dipakai untuk umrah.
Ia menambahkan, setelah memperoleh nomor porsi haji, calon jemaah masih memiliki waktu yang panjang untuk mempersiapkan diri, baik dari sisi finansial, kesehatan, maupun spiritual, termasuk jika ingin menunaikan ibadah umrah sebelum berangkat haji.
"Sambil menunggu itu kan lama, 26 tahun untuk reguler atau lima sampai tujuh tahun untuk haji plus. Insya Allah Allah berikan rezeki untuk bisa umrah," pungkasnya. (*)
Baca tanpa iklan