News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dua Korea Bersitegang

China Desak Enam Negara Sidang Darurat Soal Korea

Editor: OMDSMY Novemy Leo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Latihan Militer AS dan Korsel di Pulau Yeonpyeong, Minggu (28/11/2010) sore.

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING --- China meminta pertemuan darurat enam negara penting untuk membicarakan soal ketegangan antara dua Korea, paling lambat bulan Desember 2010 mendatang.

Terhadap hal itu, pihak Korsel dengan cepat mengatakan pihaknya tidak tertarik untuk memulai kembali pembicaraan. Perundingan perlucutan enam pihak itu terhenti sejak April 2009 lalu.

"Pihak Cina, setelah pengamatan yang seksama, mengusulkan konsultasi darurat di antara para ketua delegasi perundingan enam pihak pada awal Desember di Beijing guna saling mengutarakan pandangan tentang masalah-masalah besar yang menjadi keprihatinan pada saat ini," kata Wu Dawei, Wakil China dalam perundingan.

Dia mengatakan, ini bukan usul untuk memulai kembali perundingan resmi enam negara.

Sementara itu, kantor berita Korea Selatan Yonhap, melaporkan, Presiden Korsel, Lee Myung-bak sudah berbicara dengan penasihat senior kementerian luar negeri China yang sedang berkunjung, Dai Bingguo. dalam pembicaraan itu, Lee mengatakan, pihak Seoul tidak berminat untuk memulai kembali perundingan enam negara karena yang lebih penting adalah menghadapi perilaku agresif Pyongyang.

"Kami akan melancarkan tindakan keras militer terhadap provokasi yang melanggar wilayah perairan kami," kata Lee.

Krisis Korea bermula ketika Utara menembakkan puluhan peluru roket artileri ke pulau Yeonpyeong, dekat ke perbatasan laut antara kedua negara, hari Selasa (23/11/2010 siang waktu setempat. Akibatnya, dua warga sipil Korea Selatan dan dua marinir terbunuh. Hal ini , menyulut pengunduran diri menteri pertahanan Korea Selatan dan protes marah di Korea Selatan.

Pihak Korut melakukan serangan ke Yeonpyeong karena adanya latihan militer antara AS dan Korsel di pulau itu. Usai penyerangan, Korut mengancam akan kembali menyerang Korsel jika AS dan Korsel menggelar latihan militer. 

"Kami akan melancarkan tindakan keras militer terhadap provokasi yang melanggar wilayah perairan kami," kata kantor berita KCNA Korea Utara yang dikendalikan pemerintahnya.

Pada Minggu (28/11/2010), kapal induk USS George Washington dan empat kapal angkatan laut AS lainnya, tiba di Korsel. Pesawat ini tiba bersama sejumlah kapal perusak, kapal patroli, frigat, kapal pendukung and pesawat terbang antikapal-selam dari Korea Selatan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini