TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bentrokan hebat antara massa pro dan antipemerintah dikhawatirkan pecah lagi di Tahrir Square, Kairo, Mesir, Kamis (03/02/2011) sore WIB ini.
Aljazeera melaporkan, kekhawatiran itu dipicu oleh pergerakan massa pro-Husni Mubarak dalam jumlah besar ke pusat gerakan anti-Mubarak di Tharir Square.
Para pendukung Presiden Husni Mubarak membawa tongkat dan pisau menuju Tahrir Square, demikian Reuters melaporkan.
Tahrir Square merupakan "markas" gerakan anti-Husni Mubarak. Bentrokan dikhawatirkan sulit dicegah.
Tentara Mesir membuat zona penyangga untuk memisahakan massa pro dan anti-Husni Mobarak.
Aljazeera mengutip keterangan aktivis yang mengatakan ada banyak pergerakan massa dalam jumlah besar ke Tahrir Square, baik yang pro maupun yang kontra.
Mobil-mobil yang mengangkut pendukung Mubarak menuju ke Thahrir Square atau Liberation (Pembebasan) Square.
Dokter setempat mengonfirmasikan, bentrokan Kamis pagi mengakibatkan tujuh orang tewas. Pemerintah melansir angka lima korban tewas dengan 800 orang luka-luka.
United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) mengonfirmasikan, stafnya yang bernama Imanda Amalia meninggal dunia karena terjebak
di tengah kerusuhan saat hendak evakuasi korban dari pihak anti
Mubarak, Kamis (3/2/2011) dini hari.
Bentrokan itu merupakan kelanjutan dari bentrokan sehari sebelumnya. Sebagian massa membawa pisau dan berbagai senjata tajam.
Bentrokan Hebat Dikhawatirkan Pecah Lagi di Kairo
Editor: Dahlan Dahi
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan