TRIBUNNEWS.COM - Bila anda memasuki zona terlarang 20 kilometer di sekitar pembangkit nuklir Fukushima, yang bocor pascadigoyang gempa hebat di tahun lalu, anda akan menemui kota-kota kosong tak berpenduduk.
Pada 12 Maret 2011, sehari setelah gempa dan tsunami menghantam Fukushima, sebanyak 78.000 orang diungsikan keluar dari kota-kota hantu tersebut, dengan keyakinan mereka akan kembali dalam beberapa hari. Mereka meninggalkan, hewan peliharaan mereka, seperti anjing dan kucing terikat di halaman belakang.
Hampir setahun kemudian, hewan-hewan itu kini telah menjadi bangkai, dan berserakan di jalan, ataupun di pemukiman penduduk. Mereka mati lemas, karena tidak mendapatkan makanan.
Berdasarkan rekaman video yang dilansir oleh CNN, Jumat (27/1/2012), memperlihatkan, tulang-tulang hewan berserakan di dalam kandang hewan. Seekor anjing tergolek mati dan diselimuti oleh lalat, dan sebuah tengkorak kucing yang tengah duduk beradai di tepi jalan.
Mungkin itu dampak yang tak terelakkan dalam kondisi darurat nuklir, namun keadaan itu, menyulut kemarahan para aktivis hak asasi hewan.
"Itu sangat memalukan, kami terus meminta Pemerintah untuk menyelamatkan hewan-hewan ini sejak awal bencana. Pasti ada cara untuk menyelamatkan orang-orang, serta hewan pada saat yang bersamaan setelah bencana nuklir di Fukushima," kata Yasunori Hōsō aktivis United Kennel Club Jepang.
Menanggapi hal tersebut, Badan Lingkungan Jepang, mengatakan telah berupaya menyelamatkan hewan ternak sebanyak mungkin dari wilayah bencana. Tapi operasi penyelamatan itu dihentikan,karena risiko yang tinggi kepada orang-orang yang memasuki area terkontaminasi tersebut.
Hewan Dibiarkan Mati Pascabencana Nuklir Jepang
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan