News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pokémon Go Bikin Geger! Data Pemain Diduga Dipakai Militer AS Petakan Dunia

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Game Pokémon Go menjadi perhatian dunia usai data pemainnya disebut digunakan untuk melatih kecerdasan buatan atau AI yang dapat membantu navigasi drone militer AS di zona perang.

Isu itu mencuat setelah laporan media teknologi DroneXL mengungkap hubungan antara data pemindaian lokasi milik pemain Pokémon Go dengan pengembangan teknologi navigasi drone berbasis kecerdasan buatan.

Sorotan publik bermula dari fitur pemindaian lokasi atau “PokéStops Scan” yang diperkenalkan pengembang game, Niantic, pada tahun 2021.

Dalam fitur tersebut, pemain diberikan hadiah dalam game jika bersedia memindai lokasi nyata menggunakan kamera ponsel mereka.

Saat itu, banyak pengguna menganggap fitur tersebut hanya digunakan untuk meningkatkan kualitas pengalaman augmented reality dalam permainan.

Namun, seiring waktu, data visual yang terkumpul ternyata dimanfaatkan untuk mengembangkan model AI yang mampu memahami bentuk dan struktur dunia nyata secara detail.

AI Disebut Bisa Membantu Drone Militer

Isu ini semakin besar setelah perusahaan pecahan Niantic, yakni Niantic Spatial, mengumumkan kerjasama dengan Vantor pada Desember lalu.

Mengutip dari The Guardian, Vantor diketahui mengembangkan sistem navigasi spasial untuk drone, termasuk teknologi yang digunakan oleh sejumlah militer.

Dalam pengumuman kerja sama tersebut, kedua perusahaan menyebut teknologi AI itu dirancang untuk membantu drone tetap dapat bergerak dan mengenali lingkungan secara akurat meski berada di wilayah tanpa GPS atau saat sinyal mengalami gangguan.

Baca juga: AS dan Iran Disebut Siap Teken Perjanjian Islamabad, Pesawat Militer AS Bergerak ke Eropa

Pernyataan tersebut langsung memicu kekhawatiran publik karena kemampuan navigasi tanpa GPS merupakan salah satu teknologi penting dalam operasi militer modern, terutama di zona perang.

Kecurigaan semakin menguat setelah Chief Product Officer Vantor, Peter Wilczynski, dalam sebuah wawancara menyebut medan perang modern akan dipenuhi sistem otomatis yang membutuhkan perangkat lunak navigasi canggih untuk mendukung operasi militer secara cepat dan presisi.

Terlebih beberapa waktu lalu, Niantic Spatial dan Vantor mengakui bahwa data pemindaian dari game tersebut memang digunakan untuk melatih model dasar AI milik Niantic.

Pengakuan inilah yang kemudian memicu perdebatan global mengenai privasi pengguna, keamanan data digital, serta kemungkinan pemanfaatan aplikasi hiburan untuk kepentingan militer dan teknologi perang modern.

Perusahaan Bantah Data Langsung Diberikan ke Militer

Meski isu ini terus menjadi sorotan publik, Niantic Spatial dan Vantor membantah bahwa data pemindaian pemain Pokémon Go diberikan secara langsung kepada pihak militer.

Kedua perusahaan menegaskan bahwa data tersebut hanya digunakan untuk melatih model dasar kecerdasan buatan atau AI milik Niantic dan tidak diserahkan langsung kepada Vantor.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini