News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Film Innocence of Muslims

Sayembara Berhadiah Digelar Lagi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Polisi bersenjata lengkap berjaga di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2012), terkait protes film Innocence of Muslims.

TRIBUNNEWS.COM, PESHAWAR - Untuk kali kedua dalam waktu kurang dari dua pekan, sebuah sayembara untuk membunuh orang yang berada di balik film Innocence of Muslims kembali digelar.

Adalah mantan anggota Parlemen Pakistan Ikramullah Shahid yang menggagas sayembara itu.

Dalam aksi demonstrasi di Kota Peshawar, Senin (1/10/2012) waktu setempat, Ikramullah berjanji akan membayar 200 ribu dolar Amerika Serikat (AS), kepada siapa saja yang dapat membunuh pembuat film yang memicu kemarahan Umat Muslim dunia.

Pengumuman itu terjadi selang sembilan hari dari sayembara serupa, yang diadakan oleh Menteri Perkeretaapian Pakistan Ghulam Ahmad Bilour. Ghulam menawarkan uang sebesar 100 ribu dolar AS.

"Jika orang lain membuat bahan hujatan lain yang serupa di masa depan, saya juga akan membayar pembunuhnya 100 ribu dolar AS," ujar Ghulam.

Ghulam juga menuntut negara-negara yang menjunjung tinggi asas kebebasan berekspresi, untuk membuat produk hukum anti penistaan agama.

"Saya menyerukan kepada negara-negara itu, agar membuat undang-undang anti penistaan agama. Jika tidak, masa depan akan sangat berbahaya," tuturnya.

Pada satu titik, ia bahkan meminta bantuan milisi Taliban dan Alqaeda, untuk membunuh pembuat film tersebut.

Pernyataan kontroversial Ghulam juga ditanggapi partai pengusungnya, Partai ANP, yang merupakan bagian dari koalisi pemerintah.
Pihak ANP menyebutkan, pernyataan Ghulam merupakan pernyataan pribadi, dan bukan sikap Partai ANP sebenarnya. (*)

BACA JUGA

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini