News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Perang Iran Hari ke-81: Trump Tunda Serangan, Negosiasi Kembali Dibuka

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Iran memasuki hari ke-81 pada Selasa (19/5/2026).

Perang Iran diwarnai dengan dinamika baru setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menunda rencana serangan militer terhadap Iran di tengah meningkatnya tekanan diplomatik dari negara-negara Teluk.

Al Jazeera melaporkan Trump menyebut keputusan penundaan itu diambil setelah adanya permintaan dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA), yang mendorong agar jalur diplomasi kembali diutamakan.

“Negosiasi serius kini sedang berlangsung," kata Trump, menandakan adanya kembali upaya diplomatik di balik layar di tengah ketegangan yang masih tinggi antara Washington dan Teheran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa keterlibatan Iran dalam perundingan tidak berarti menyerah pada tekanan Amerika Serikat.

“Dialogue does not mean surrender,” ujar Pezeshkian, seperti dikutip Al Jazeera, seraya menegaskan Iran masuk ke meja perundingan dengan “martabat dan hak nasional yang tetap dijaga.”

Trump Tunda Serangan di Tengah Tekanan Regional

Al Jazeera melaporkan bahwa keputusan penundaan serangan militer terhadap Iran terjadi setelah adanya komunikasi intensif dari negara-negara Teluk yang khawatir eskalasi konflik akan meluas di kawasan.

Trump mengatakan terdapat “perkembangan positif” dalam pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran dan menyebut peluang kesepakatan masih terbuka.

Baca juga: Trump Sebut Serangan terhadap Iran Ditunda karena Permintaan Negara-Negara Teluk

Sumber Gedung Putih menyebut bahwa sejumlah negara sekutu di Timur Tengah menilai Iran semakin dekat dengan kesepakatan yang dapat mencegah pengembangan senjata nuklir.

Namun, pernyataan tersebut belum direspons secara resmi oleh Teheran selain penegasan bahwa negosiasi tidak akan dilakukan di bawah tekanan militer.

Iran Tegaskan Tidak Akan Menyerah

Di sisi lain, Iran melalui berbagai pejabat militernya menegaskan tidak akan tunduk pada ancaman Amerika Serikat maupun Israel.

IRGC menyatakan telah melakukan operasi di wilayah Kurdistan barat yang menargetkan kelompok yang diduga terkait dengan AS dan Israel.

Al Jazeera melaporkan IRGC juga memperingatkan bahwa Iran dapat memperketat kontrol atas Selat Hormuz, termasuk kemungkinan pengaturan izin terhadap kabel komunikasi bawah laut yang melintas di wilayah tersebut.

Seorang pejabat militer Iran bahkan memperingatkan bahwa setiap “kesalahan strategis” dari pihak AS akan dibalas dengan respons yang jauh lebih kuat dibanding sebelumnya.

Konflik Regional Masih Memanas

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini