News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Batalkan Serangan, Iran Peringatkan AS agar Tak Salah Perhitungan, Klaim Lebih Siap dan Kuat

Penulis: Nuryanti
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERANG IRAN - Ilustrasi peperangan antara Iran dan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan ancamannya terhadap Iran, seiring dengan terus tersendatnya negosiasi.

TRIBUNNEWS.COM - Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya agar tidak melakukan "kesalahan strategis" atau salah perhitungan baru.

Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan ancamannya terhadap Iran, seiring dengan terus tersendatnya negosiasi untuk mengakhiri konflik antara kedua negara tersebut.

Trump mengatakan ia telah membatalkan rencana untuk melanjutkan serangan terhadap Iran yang dijadwalkan pada Selasa (19/5/2026) setelah adanya permintaan dari para pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Namun, Ali Abdollahi, komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, bahwa angkatan bersenjata Iran tetap siaga tinggi dan siap menanggapi serangan baru apa pun.

Abdollahi mengatakan musuh-musuh Iran telah berulang kali menguji negara itu dan angkatan bersenjatanya.

“Mereka harus tahu bahwa Republik Islam Iran dan angkatan bersenjatanya lebih siap dan lebih kuat dari sebelumnya, dengan jari-jari mereka di pelatuk,” ujarnya, Selasa, dilansir Anadolu Agency.

Dia memperingatkan bahwa setiap serangan baru akan menghadapi respons yang “cepat, tegas, kuat, dan berskala besar”.

Abdollahi juga mengatakan bahwa Iran telah menunjukkan kemampuannya “di medan perang,” dan memperingatkan bahwa setiap tindakan baru dari musuh-musuhnya akan dibalas dengan respons yang lebih kuat daripada dalam perang terakhir.

“Kami akan membela hak-hak bangsa Iran dengan segenap kekuatan kami dan memotong tangan setiap agresor,” tegasnya.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Iran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Baca juga: Iran Siap Gugat AS-Israel ke Pengadilan Internasional Gara-gara Serang 149 Tempat Budaya

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan selanjutnya di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu.

Keputusan Trump Batalkan Serangan

Diberitakan Al Arabiya, pengumuman Trump dalam unggahan media sosial pada Senin (18/5/2026) disampaikan setelah ia mengancam bahwa waktu terus berjalan bagi Iran untuk mencapai kesepakatan atau pertempuran akan kembali berkobar setelah gencatan senjata yang rapuh.

Trump tidak memberikan rincian tentang serangan yang direncanakan, tetapi mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan militer AS "untuk bersiap melancarkan serangan skala besar ke Iran, kapan saja, jika kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai."

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini