News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kritik Yayak Kencrit lewat gambar

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bagi Yayak, tak banyak sebenarnya yang berubah di Indonesia sejak dia melarikan diri ke Jerman karena dikejar-kejar pemerintah Orde Baru.

"Ya sekarang lebih terbuka, saya bisa pameran dengan terbuka. Itu berubah."

"Tapi kemiskinan masih ada, kekerasan juga masih ada. Itu warga Mesuji yang unjuk rasa di depan istana dengan mulut dijahit karena frustasi tidak didengar," tambah Yayak.

Pelukis yang lahir di Yogyakarta tahun 1956 ini merujuk pada kekerasan akibat sengketa tanah di Lampung pada akhir 2011 yang dilaporkan menyebabkan sekitar 30 orang tewas.

Cara melukis Yayak juga tampaknya tidak banyak berubah.Dengan sentuhan yang agak kasar seperti karikatur dan warna-warna cerah, tema yang dibawa menjadi keluar secara glambang. "Sekarang banyak seni yang merupakan hiburan. Karya saya lebih apa adanya dan untuk pembelajaran," jelasnya.

Yayak Kencrit terakhir kali berpameran tunggal pada tahun 2004, juga di TIM –ketika masih tinggal di Jerman- dengan judul Semua Orang itu Guru, Semua Tempat itu adalah Sekolah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini