TRIBUNNEWS.COM, KUALALUMPUR - Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Razak, meminta warganya untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, akibat kabut asap yang menyelubungi langit Malaysia selama tiga hari terakhir.
"Diperkirakan kabut asap akan semakin memburuk di seluruh Malaysia, dan di Malaka berada di titik waspada kemarin. Silakan membatasi kegiatan di luar rumah dan perbanyaklah minum air," ujar Najib seperti dilansir Tribunnews dari Asiaone di akun Twitter kemarin, Senin (17/6/2013).
Najib, juga meminta kepada warga Malaysia untuk mengutamakan kesehatan.
Seperti diberitakan sebelumnya, kabut asap menyelubungi wilayah Malaysia, juga Singapura, akibat kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera, Indonesia.
Kemarin, pada pukul 07.00, Departemen Lingkungan Hidup Malaysia, mencantumkan lima kota yang memiliki tingkat polusi udara tertinggi. Kelima kota itu adalah, Malaka, Bukit Rambai di Malaka, Balok Baru dan Indera Mahkota di Pahang, dan Kemaman di Terengganu.
Di Malaka, tingkat Indeks Polusi Udara (API) berada di angka 129, yang berarti tidak sehat, sementara di Bukit Rambai pengukuran API berada di tingkat 111. Kondisi membaik setelah pukul 17.00, dengan angka API menurun menjadi 62 dan 61.
Situasi serupa juga terjadi di Indera Mahkota, Pahang, dimana tingkat polusi menurun menjadi 107-99.
Namun, tingkat API menunjukkan level tidak sehat, ketika kabut asap bergerak menuju pantai timur dan menyelimuti Balok Baru (110) dan Kemaman (118).
Di Lembah Klang, termasuk Putrajaya, Port Klang, Petaling Jaya dan Kuala Selangor, tercatat pembacaan API di level moderat pada pagi hari dan menunjukkan perbaikan di malam hari.
Perlu diketahui, pembacaan API antara angka 0 hingga 50 adalah sehat, 51-100 moderat, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 berbahaya.
Citra satelit Pusat Meteorologi ASEAN menunjukkan terdapat 138 hot spot di Sumatera, yang mengalami peningkatan sejak Sabtu, yaitu 101 titik.
Baca tanpa iklan