News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Serangan Terbaru AS-Israel di Iran dan Lebanon Bentuk Sabotase Perundingan Damai?

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SABOTASE PERUNDINGAN - Tangkap layar yang menunjukkan kapal Induk Amerika Serikat beserta strike group-nya berupa jet-jet tempur dari beragam jenis. Serangan terbaru AS-Israel di wilayah Iran dan Lebanon disebut-sebut sebagai bentuk sabotase dari perundingan damai yang sudah hampir mencapai kesepakatan.

TRIBUNNEWS.COM - Perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran disebut-sebut sudah berada di depan mata.

Namun, serangan terbaru di Iran dan Lebanon membuat perundingan damai di ambang kehancuran.

Mantan analis CIA, Larry Johnson yang berbicara kepada RT mengatakan, AS dan Israel memang sengaja menyabotase perundingan damai dengan melakukan serangan.

Pada Rabu (10/6/2026), AS menyerang Pulau Qeshm dan target di Iran selatan sebagai tanggapan atas jatuhnya helikopter serang AH-64 Apache milik AS di lepas pantai Oman.

Namun, pihak Teheran menolak untuk mengkonfirmasi mereka bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.

Johnson berpendapat alasan Presiden AS Donald Trump untuk melakukan serangan tersebut tidak masuk akal.

Terutama, lanjut Johnson, karena kedua pilot Apache tersebut selamat.

"Jika mereka masih hidup, mengapa Donald Trump melancarkan serangan ke Iran ketika mereka seharusnya sedang dalam perundingan perdamaian?"

"Satu-satunya alasan yang dapat saya pikirkan adalah bahwa dia melakukannya dengan sengaja untuk menyabotase perundingan tersebut," katanya.

Johnson mengatakan Trump telah ditekan oleh "kelompok Zionis" dan politisi pro-Israel seperti Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee.

"Mereka bersikeras untuk menghancurkan Iran. Mereka tidak menginginkan kesepakatan dengan Iran," ujarnya.

Baca juga: Balas Serangan AS di Selat Hormuz, Araghchi: Segera Pergi jika Ingin Selamat!

Johnson mengatakan serangan udara Israel di Beirut pada hari Minggu juga bertujuan untuk memprovokasi konflik dengan Iran.

"Terlalu banyak kemajuan yang dicapai selama perundingan perdamaian bagi kaum neokonservatif dan Israel, jadi mereka melakukan segala daya upaya untuk menyabotase perundingan tersebut."

"Saya pikir ini akan menyebabkan babak eskalasi baru yang dapat berlangsung selama satu atau dua minggu," ungkapnya.

Serangan Balasan Iran

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangan balasan yang mereka lancarkan pada Rabu dini hari berhasil menghancurkan sebagian besar target militer AS di Timur Tengah.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini