TRIBUNNEWS.COM, YAOUNDE - Seorang pastor Katolik Roma asal Prancis, yang diculik oleh orang bersenjata di Kamerun, dibebaskan pada malam pergantian tahun 2014, Selasa (31/12/2013).
Georges Vandenbeusch, (42), dibebaskan setelah selama tujuh pekan disekap. Ia tiba di Paris, Prancis keesokan harinya, dan disambut oleh Presiden Prancis, Francois Hollande dan sekelompok orang yang mencintainya.
Vandenbeusch diculik pada 13 November 2013 oleh orang-orang bersenjata tidak dikenal yang menyerbu masuk ke parokinya pada malam hari di utara negara Afrika tengah, dan membawanya ke Nigeria.
Kelompok Boko Haram, yang telah menewaskan ribuan orang di utara Nigeria, mengaku bertanggung jawab dalam serangan tersebut.
Selama disekap Vandenbeusch mengaku mengalami pengalaman yang penuh dengan kengerian, kesedihan, kemarahan, dan kebosanan.
Vatikan menyambut baik pembebasan Vandenbeusch dan meminta umat Katolik di dunia berdoa bagi mereka yang mengalami penahanan di seluruh dunia.
"Kami berharap bahwa segala bentuk kekerasan, kebencian dan konflik di Afrika dihapuskan, serta di tempat lain di dunia," ujar juru bicara Vatikan, Federico Lombardi.
Di parokinya di Sceaux, dekat Paris, lonceng berbunyi di hari Selasa untuk merayakan pembebasannya. (asiaone.com)
Baca tanpa iklan