TRIBUNNEWS.COM.WASHINGTON- Presiden Amerika Barack Obama mengatakan “seluruh dunia terpukul” dengan pemenggalan wartawan Amerika James Foley oleh militan Islam di Timur Tengah.
Presiden Obama juga menegaskan tidak akan mundur menghadapi tekanan ISIS. Berbicara hari Rabu (20/8/2014) dari lokasi liburannya di Martha’s Vineyard Massachusetts, Presiden Obama mengatakan ISIS telah menunjukkan rasa tidak manusiawi dengan terus melancarkan serangan brutal terhadap Suriah dan Irak, serta dengan pemenggalan kepala James Foley, merekam dan memasangnya di internet.
Obama mengutuk pembunuhan itu dan mengatakan telah menelpon keluarga Foley untuk mengucapkan belasungkawa.
“Kehidupan James Foley bertolakbelakang dengan para pembunuhnya, yaitu ISIS. ISIS telah menyerbu kota dan desa, membunuh warga tidak berdosa dan tidak bersenjata dengan cara-cara pengecut," ujar Obama.
Presiden Obama mengatakan bahwa tindakan ISIS tidak berlandaskan agama apapun, bahkan sebagian besar korbannya adalah warga Muslim.
“Tidak ada agama yang mengajarkan pengikutnya untuk membantai warga tidak berdosa. Tidak ada Tuhan yang akan membenarkan apa yang mereka lakukan kemarin dan apa yang mereka lakukan setiap hari," ujarnya.
Presiden Obama juga menegaskan bahwa operasi Amerika akan tetap berlanjut dan memperingatkan bahwa Amerika akan menuntut keadilan.
Wartawan AS James Foley dalam sebuah wawancara dengan AP.Wartawan AS James Foley dalam sebuah wawancara dengan AP.
“Amerika akan melakukan apa yang harus kami lakukan untuk melindungi warga kami," katanya. "Kami akan waspada dan bertindak tanpa henti ketika ada yang mengganggu warga Amerika di mana pun, kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk menuntut keadilan”.
Pejabat-pejabat inteljen Amerika memastikan keotentikan video yang dirilis hari Selasa, yang juga menunjukkan wartawan Amerika lainnya Steven Sotloff.
Video itu berjudul “Pesan untuk Amerika”. Video itu menunjukkan wartawan Amerika James Foley dengan tangan diborgol, berlutut di padang pasir. Para penyanderanya mengenakan pakaian serba hitam dengan penutup wajah dan berbicara menghadap kamera dengan aksen Inggris.
“Ini adalah James Foley, seorang warga Amerika, warga negara Anda," ujar sang penyandera. "Sebagai negara, Amerika telah berada di garis terdepan dalam agresi melawan ISIS”.
Beberapa detik kemudian, pembunuhan itu pun terjadi. Video itu terlalu sadis untuk disiarkan. Tak lama kemudian seorang wartawan Amerika lain, Steven Sotloff, dihadapkan ke depan kamera.
“Obama, nyawa warga Amerika ini tergantung pada keputusan Anda selanjutnya," ujar sang penyandera.
James Foley yang berusia 40 tahun diculik ketika sedang ditugaskan di Suriah oleh harian The Global Post bulan November 2012. Ibundanya hari Rabu mengatakan “Foley telah menyerahkan jiwa raganya untuk menunjukkan kepada dunia tentang penderitaan rakyat Suriah."
Baca tanpa iklan