News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jaringan Kelompok ISIS

PBB Kutuk Tindakan ISIS yang Kembali Penggal Wartawan AS Steven Sotloff

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekjen PBB Ban Ki-moon

Tribunnews.com, AUCKLAND -- Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Rabu (3/9/2014) menanggapi aksi sadis kaum militan ISIS yang memenggal satu lagi wartawan AS setelah James Foley bulan lalu.

Sebuah video terbaru yang memperlihatkan pemenggalan wartawan bernama Steven Sotloff telah beredar di internet. Aksi sadis tersebut, yang dilakukan untuk menindaklanjuti ancaman pembunuhan terhadap wartawan itu, disampaikan sebagai "pesan kedua kepada Amerika" agar menghentikan serangan udara di Irak.

Ban Ki-moon menegaskan seluruh dunia "marah" atas aksi sadis pemenggalan seorang wartawan AS dalam video yang dirilis oleh militan ISIS.

"Kami semua marah menerima laporan dari Irak tentang pembunuhan brutal terhadap warga sipil oleh Isil (IS), termasuk kemarin melaporkan pemenggalan brutal wartawan lainnya," katanya di Selandia Baru seperti dikutip dari AFP.

"Saya sangat mengutuk semua kejahatan keji tersebut. saya menolak untuk menerima bahwa seluruh masyarakat dapat terancam kekejaman karena siapa mereka atau apa yang mereka yakini," kata Ban.

Lebih lanjut Sekjen PBB menggambarkan situasi di Irak. Dijelaskan militan ISIS telah menguasai wilayah di utara dan barat negara itu.

Sekjen PBB juga mengajak para pemimpin agama "untuk membela dan mengedepankan sikap toleransi, saling menghormati dan anti-kekerasan".

Karena seperti Ban menggambarkan pemerintahan ISIS telah melakukan teror di Suriah dan Irak. Para militan ISIS telah melakukan eksekusi massal, pemenggalan, penyaliban dan pelemparan batu.

"Tindakan itu benar-benar tidak dapat diterima". Demikian dia tegaskan.

Lebih lanjut dia jelaskan, Dewan Hak Asasi Manusia PBB minggu ini sepakat untuk mengirim misi darurat ke Irak untuk menyelidiki kekejaman ISIS di daerah tersebut. (AFP)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini