News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Blokir AS di Selat Hormuz Dimulai, Tak Ada Kapal yang Berani Lalu Lalang

Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM – Situasi di kawasan Timur Tengah kini kembali memanas setelah Amerika Serikat secara resmi memberlakukan blokade laut total di Selat Hormuz pada Senin pagi (13/4/2026).

Langkah drastis ini sendiri diambil oleh Presiden AS Donald Trump menyusul kegagalan total perundingan damai antara kedua negara yang dipertemukan di Islamabad, Pakistan.

Sebelumnya, sempat muncul harapan melalui pengumuman gencatan senjata selama dua minggu yang disepakati oleh kedua negara.

Namun, pada akhirnya di hari Minggu pagi delegasi AS memutuskan untuk pulang tanpa kesepakatan apa pun setelah negosiasi dengan pihak Iran menemui jalan buntu.

Blokade yang dimulai secara efektif pada pukul 10.00 pagi waktu setempat ini langsung memicu gelombang kemarahan besar di ibu kota Iran. 

Ribuan demonstran pro-pemerintah memadati jalanan di Teheran untuk mengutuk kebijakan tersebut dan menyebut tindakan Amerika Serikat sebagai bentuk aksi perompakan bajak laut.

Ketegangan ini merupakan kelanjutan dari eskalasi berdarah pada 28 Februari lalu, ketika Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan ke berbagai target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta jatuhnya korban sipil.

Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan menghantam wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Asia Barat.

Selain itu, Iran juga melakukan balasan dengan melakukan pemblokiran akses Selat Hormuz

Tak Ada yang Berani Lewat Selat Hormuz

Ketatnya pengawasan Iran ditambah aksi blokir Amerika Serikat menjadikan Selat Hormuz bak "Lautan Mati"

Berdasarkan pantauan di lapangan oleh RIA Novosti dan NBC News, nyaris tidak ada tanda-tanda kehidupan di kawasan yang merupakan jalur vital bagi 20 persen pasokan minyak dunia tersebut.

Dari data pergerakan kapal terbaru hingga Senin pukul 18.57 WIB, hanya terpantau satu kapal tanker berbendera Komoro serta kapal pengangkut biji-bijian berbendera Panama dan Kepulauan Marshall yang masih berada di selat tersebut. 

Baca juga: Inggris Tolak Ajakan Trump Blokade Selat Hormuz, Tegaskan Tak Mau Terseret Perang AS–Iran

Adapun sejumlah kapal yang masih berada di Selat Hormuz tersebut, tak menunjukkan pergerakan berarti untuk melakukan perjalanan keluar dari kawasan panas tersebut.

Presiden Trump sendiri sebelumnya telah memberikan instruksi tegas kepada Angkatan Laut AS untuk melacak serta mencegat semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini