Karena itulah, saat ini, Rafli mengaku sangat bersyukur setelah ada kesepakatan perdamaian Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Indonesia.
"Sepuluh tahun setelah perdamaian, banyak hal yang dicapai oleh Aceh, yaitu pertama adalah rasa aman yang luar biasa. Ini yang menjadi muara kerinduan karya-karya saya," kata pemimpin grup musik Kande.
Dunia politik dan seni
Dan ditanya apakah pilihannya menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Aceh tidak akan menggangu "proses kreasi" dalam dunia seni, Rafli menjawab secara diplomatis: "Saya punya jadwal konser seperti dulu."
"Kalau saya kunjungan kerja (sebagai anggota DPD), saya suruh menyiapkan panggung satu malam," ungkapnya.
Mengapa Anda tidak mendalami saja dunia musik saja? Tanya saya.
"Selama saya berkarya (dalam dunia musik), tidak mungkin (saya) tidak berpolitik. Semua karya saya bermuatan politik," tegasnya, masih dengan nada diplomatis.
"Dunia politik yang saya masuki sekarang, malah menjadi semakin tersampaikan apa yang ingin saya utarakan dalam karya-karya saya," kata Rafli.
Baca tanpa iklan