News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Adibusana: Rahasia di balik busana paling mahal di dunia

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Hal ini sering kali melibatkan pencarian di Google, ditambah dengan penyelidikan secara diam-diam.

Para perancang memperlakukan pelanggan adibusana mereka seperti anggota kerajaan, kata Mark St James, seorang blogger fashion yang berbasis di Toronto dan sekaligus penata gaya untuk para klien yang mengenakan adibusana.

Namun, pendanaannya juga ketat. Kebanyakan klien membayar 50% di muka dan 50% sesudah pakaian selesai dibuat.

Harga tidak pernah diumumkan dan harus didiskusikan langsung dengan perusahaan.

Untuk pembelian selanjutnya, orang nomor satu di setiap rumah mode sering kali menyimpan cetakan ukuran tubuh sebenarnya dari seorang nasabah agar tidak perlu mengukur lagi pelanggan yang setia.

Untuk mereka yang mampu membeli, "adibusana tersedia untuk meningkatkan gengsi," kata St. James.

Namun tidak semua orang yang mampu membeli pakaian eksklusif ini dipilih menjadi pelanggan.

Pakaian-pakaian ini berfungsi juga sebagai iklan ‘berjalan’ dan merek-merek ini sangat berhati-hati tentang siapa saja yang mengenakan busana terbaik mereka.

Seni yang sekarat ataukah investasi jangka panjang?

Busana Dramatis: Pengunjung pameran busana di Cina menonton koleksi adibusana Hu Sheguang.

Pakaian adibusana diciptakan hanya untuk orang tertentu oleh karena itu pasar penjualan kembali pakaian-pakaian ini sangat kecil.

Adibusana lebih merupakan pernyataan tentang gaya dan simbol status daripada investasi keuangan baik untuk pelanggan maupun rumah mode, kata Steele.

"Adibusana tidak mendatangkan uang bagi perusahaan, tetapi membantu menunjukkan yang paling penting yaitu keterampilan tinggi dan kreativitas," katanya.

Namun tetap saja ada sejumlah investor yang tertarik pada eksklusivitas dan keterampilan yang dipertunjukan.

Bulan Juli 2015 yang akan datang, Sotheby’s di Paris akan melelang pakaian adibusana dari koleksi pribadi Didier Ludot, seorang penjual fashion vintage.

Pakaian yang akan dilelang termasuk gaun cocktail karya Pierre Balmain dari tahun 1953 dan korset kurungan buatan Yoji Yahmamato dari tahun 2006.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini