Polisi mengatakan 5 orang pemuda yang ditahan difasilitas itu melarikan diri dan menyerang staf dengan pecahan kaca, bata da batangan besi.
Laporan dari Komisioner Anak menemukan hanya ada satu orang remaja yang lari dari selnya, setelah pintunya tidak terkunci dengan benar dan staf tidak melakukan tindakan yang diperlukan sebagaimana mestinya untuk mengatasi situasi sebelum akhirnya menembakan gas air mata didalam fasilitas tersebut.
Dari laporan ini komisioner anak merekomendasikan ditingkatkannya pelatihan bagi para staf, kebijakan diperkuat dan pengelolaan krisis.
Baca tanpa iklan