TRIBUNNEWS.COM - Pada hari kelima perang melawan Iran, tepatnya 4 Maret 2026, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan pesan menantang kepada musuh-musuh Amerika.
“Presiden Trump tidak menggertak,” kata Leavitt.
Namun lima minggu terakhir perang dengan Iran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengungkap jati dirinya sebagai seorang 'pembual'.
Dalam enam kesempatan terpisah, Trump kerap mengancam dan memberi tenggat waktu bagi Iran untuk memenuhi persyaratannya atau menghadapi kemarahannya.
Namun itu hanya gertak sembal, pepesan kosong, sebab saat Iran tidak memenuhi persyaratannya Trump hanya diam saja lalu membuat isu baru lagi.
Guyonan Trump TACO kembali mencuat dan menjadi lelucon bagi para kritikusnya.
TACO atau Trump Always Chickens Out adalah ejekan populer untuk menyindir Donald Trump yang kerap membual.
Istilah yang menggambarkan pola Trump yang sering membuat ancaman keras namun menarik kembali ancamannya.
Atau dalam istilah masyarakat Indonesia gertak sambal yang artinya ancaman, gertakan, atau peringatan keras yang tujuannya hanya untuk menakut-nakuti saja.
Berikut enam gertak sambal Donald Trump kepada Iran namun tidak pernah terbukti alias cuma gertak sembal:
1. Tanggal: 21 Maret
Dengan memberikan batas waktu hingga 23 Maret.
Trump mengatakan Iran harus " SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz dalam waktu 48 JAM." Jika tidak, Amerika Serikat akan mulai menyerang pembangkit listriknya.
Namun gertakan Trump tidak terbukti karena Iran cuek dengan Trump.
2. Tanggal: 23 Maret
Batas waktu baru ditetapkan: 28 Maret
Dengan waktu tersisa sekitar 12 jam, Trump mengumumkan penundaan selama lima hari. Namun, alih-alih Iran membuka kembali Selat Hormuz, seperti yang telah ia tuntut, Trump malah mengutip " PERCAKAPAN YANG SANGAT BAIK DAN PRODUKTIF " antara kedua belah pihak.
Ada dua masalah dengan hal itu. Pertama, para pejabat Iran membantah adanya negosiasi pada saat itu.
Baca tanpa iklan