News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Benarkah Makan Telur Hitam Khas Owakudani Jepang Bisa Bikin Panjang Umur?

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekeranjang telur hitam (kuro tamago) sedang diambil dari onsen di Owakudani, Hakone.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Di Jepang, ada anggapan jika makan satu butir hitam (kuro tamago) bisa membuat umur manusia bertambah tujuh tahun.

"Mulai kemarin, Kamis (28/5/2016) kita menjual lagi telur hitam dari Owakudani ini dan mendapat sambutan hangat dari banyak orang setelah setahun tidak menjualnya karena vulkanik yang menunjukkan tanda bahaya di Hakone tahun lalu," kata Masayuki Yanase seorang penjual telur hitam (kuro tamago), Jumat (29/4/2016) kepada Tribunnews.com.

Hanya dalam waktu 15 menit telur hitam dagangannya telah terjual 1.500 butir.

"Kaget juga banyak yang beli kemarin, antre. Mungkin karena kangen satu tahun tak bisa makan kuro tamago," tambahnya.

Apa itu Kuro Tamago?

Kuro Tamago adalah telur ayam biasa, kemudian dimasukkan beberapa puluh ke dalam keranjang besi, lalu bersamaan dimasukkan ke kolam onsen (tempat pemandian air panas alamiah) dengan sumber air panas dari bawah tanah Gunung Fuji daerah Owakudani sekitar 1.000 meter di atas ketinggian permukaan laut.

Karena kandungan sulfur hidrogen (uap dan asap vulkanik dari sulfur dioksida serta hidrogen sulfida) yang ada di kolam air panas tersebut sangat tinggi, maka terjadilah reaksi kimia antara air panas dengan kalsium karbonat pada kulit telur.

Sehingga kulit telur menjadi hitam seperti arang. Namun isi telur putih dan kuning di tengahnya. Berkat proses kimia alam ini rasa telur terutama kuning telur lembut enak seperti krim.

Telor dimasukkan ke kolam air panas onsen tersebut selama satu jam dengan panas 80 derajat Celcius (suhu kolam alamiah panas tersebut di Okuwadani yang 24 jam sama tingkat suhu panasnya).

Setelah satu jam, keranjang diangkat, tetapi berada di atas permukaan kolam panas yang beruap.

Telur digantung seolah dikukus uap air panas, selama 15 menit. Hal ini untuk semakin meresapkan proses penghitaman dan penyesuaian udara luar telur dari panas ke dingin (karena di pegunungan hawa udara dingin).

Agar telur tidak kaget dari panas sekali ke dingin sekali, maka dibutuhkan proses penyesuaian udara 15 menit tersebut.

Bagaimana sejarah Kuro Tamago di Jepang?

Kuro tamago ini sebenarnya sudah ada sejak ratusan tahun lalu di Jepang. Namun baru populer 70 tahun lalu. Bahkan dipatenkan namanya 65 tahun lalu oleh dua perusahaan Jepang pemegang hak paten dengan nama Kuro Tamago.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini