Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang warga Inggris, Elizabeth Stapleton ternyata sudah 15 tahun berlatih taiko (drum Jepang). Ternyata untuk berlatih diperlukan konsentrasi diri.
"Saya bermain taiko untuk berlatih konsentrasi diri. Rasanya enak pikiran ini setelah bermain taiko karena bisa konsentrasi mendengar alur suara, irama, dan benar-benar menjadi musik yang bergairah bagi saya untuk melakukan sesuatu nantinya," kata Elizabeth Stapleton saat ditemui Tribunnews.com baru-baru ini di Asakusa Tokyo.
Latihan taiko di Jepang bisa dilakukan di Miyamoto Unosuke di Asakusa Tokyo hanya dengan membayar 500 yen bermain sepuasnya.
Tentu saja kalau ada orang lain kita harus tahu diri bergantian memainkan taiko.
Meskipun demikian jumlah taiko cukup banyak, sehingga kalau semua dimainkan seseorang dan bisa menyatukan bersama permainan, jadilah satu grup musik taiko yang menarik, walaupun satu sama lain orang tersebut mungkin tidak saling mengenal.
Itulah yang seringkali terjadi di Toko Miyamoto Unosuke tersebut. Secara tak sengaja, karena ada beberapa yang main, misalnya empat orang, lalu satu sama lain saling menyesuaikan diri, jadilah satu permainan taiko yang menarik, satu alur suara musik dan irama yang indah.
Permainan taiko, karena mirip dengan drum, apabila difokuskan akan mengeluarkan keringat juga karena memang tidak mudah dan perlu tenaga untuk menabuh drum tersebut dari kulit asli tapi suara nyaring dan khas.
Lokasi latihan taiko di lantai empat gedung tersebut dan buka setiap hari dari jam 10 pagi hingga jam 5 sore.
Namun tokonya sendiri yang menjual berbagai pernak-pernik, alat musik Jepang dan perlengkapan festival Jepang itu buka dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore setiap hari. Masuk gratis. Hanya berlatih taiko saja harus bayar 500 yen per orang.
Miyamoto Unosuke Shoten Co.Ltd.ini didirikan tahun 1861 oleh Seisuke Miyamoto.
Produsen taiko terkenal di Jepang dan tahun 1926 sebagai pemasok alat musik bagi upacara pemakaman Kaisar Taisho. Demikian pula alat musiknya dipakai untuk berbagai upacara kekaisaran di Jepang.
Perusahaan ini juga pembuat mikoshi terkenal di Jepang sejak 1950 bagi Kuil Asakusa Ichinomiya dan Ninomiya. Lalu juga pemasok resmi teater Kabukiza di Ginza Tokyo serta pemasok resmi teater Nasional Noh di Jepang.
Tahun 1964 memasuk Kaen-taiko (taiko raksasa) bagi upacara pembukaan Olimpiade Tokyo.
Pada tahun 1988 mendirikan Museum Drum Mu(taiko) pertama di dunia dan tahun 2010 mendapatkan penghargaan kebudayaan tertinggi dari pemerintah Jepang karena karya alat musik tradisional Jepangnya tersebut.
Tanggal 1, 2 dan 3 Agustus akan ada pertunjukan Kodo (grup musik Taiko terkenal dari Niigata) akan tampil bermain di Gedung Wali Kota Asakuso (Asakusa Kokaido) jam 3 sore dengan harga tiket 7.000 yen per orang.
Baca tanpa iklan