News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Unjuk rasa 'tolak' Brexit, PM Inggris ditekan percepat pembicaraan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perdana menteri Inggris David Cameron berada dalam tekanan agar mempercepat proses pembicaraan 'perceraian' dengan Uni Eropa, seperti yang dituntut para pemimpin UE di Brussels.

Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker mendesak Inggris agar "menerapkan keputusan warga Inggris sesegera mungkin, seberapa sakitnya proses tersebut".

"Penundaan hanya akan memperpanjang ketidakpastian," kata Juncker.

Tuntutan percepatan pembicaraan ini muncul setelah Inggris memutuskan meninggalkan Uni Eropa, disusul pernyataan Cameron yang akan mundur dari jabatannya pada Oktober nanti.

Politikus pendukung Brexit - yaitu agar Inggris meninggalkan UE - Boris Johnson adalah salah seorang sosok yang diusulkan untuk menggantikan Cameron.

Siapa yang layak menggantikan Cameron masih menjadi perdebatan, tetapi politikus pendukung Brexit - yaitu agar Inggris meninggalkan UE - Boris Johnson, adalah salah seorang sosok yang diusulkan untuk menggantikannya.

Sikap Presiden Obama

Sementara itu, lembaga peringkat kredit Moody telah mengubah pandangannya terhadap peringkat utang jangka panjang Inggris dari "stabil" menjadi "negatif".

Mereka mengatakan hasil referendum itu akan memiliki "implikasi negatif bagi prospek pertumbuhan jangka menengah Inggris".

Hasil referendum memastikan Inggris harus keluar dari UE setelah mayoritas warganya, yaitu sebesar 52%, mendukungnya. Walaupun demikian mayoritas warga London, Skotlandia dan Irlandia Utara mendukung agar Inggris tetap menjadi anggota UE.

Hasil referendum diyakini akan memiliki "implikasi negatif bagi prospek pertumbuhan jangka menengah Inggris".

Dalam pidatonya, Cameron akan mencoba mengatasi keadaan selama beberapa pekan mendatang, tetapi dia meminta perdana menteri Inggris yang baru untuk melaksanakan negosiasi ulang dengan Uni Eropa.

Dia juga meminta agar Inggris diberi waktu dua tahun untuk negosiasi lanjutan.

Namun Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker: "Tidak masuk akal menunggu sampai Oktober untuk membicarakan soal keputusannya mundur dari UE. Saya ingin negosiasi itu segera digelar."

Sementara itu, Presiden AS Barack OBama menyatakan dirinya memberikan jaminan bahwa Inggris tetap menjadi "mitra yang sangat dibutuhkan", walaupun dia menyesalkan hasil referendum.

Unjuk rasa di Inggris

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini