News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Klaim Laut China Selatan

Beijing Mengancam, Patroli AL Asing di LCS Bisa Berakhir Bencana!

Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapal perang AS berlayar di deekat pulau buatan China di Laut China Selatan

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING- China kembali mengeluarkan ancaman terkait dengan klaim kedaulatan Laut China Selatan (LCS).

China menyebutkan, aktivitas patroli laut atas dasar kebebasan bernavigasi oleh angkatan laut asing di Laut China Selatan (LCS) bisa berakhir 'bencana.'

Seorang perwira tinggi Angkatan Laut China mengungkapkan hal itu dalam sebuah peringatan terhadap Amerika Serikat, seperti dilaporkan Reuters, Senin (18/7/2016).

Peringatan itu juga semakin keras setelah keputusan Mahkamah Arbitrase Internasional (PCA) muncul pada 12 Juli lalu yang mementahkan klaim China.

Beijing mengabaikan keputusan PCA, yang berbasis di Den Haag, Belanda. PCA dalam keputusannya mengatakan, China tidak berhak mengklaim seluruh wilayah LCS.

PCA juga menegaskan, China telah melanggar kedaulatan Filipina, sebagai negara yang mengajukan gugatan sejak 2013 bahwa China melanggar wilayahnya.

Beijing emosional dengan mengeluarkan reaksi marah atas permintaan dari para negara Barat, Filipina, Australia, dan Jepang untuk menghormati keputusannya.

China telah berulang kali menyalahkan AS yang dinilainya selalu membuat keruh permasalahan di LCS, jalur perairan strategis bagi kapal-kapan niga bernilai lima triliun dollar AS per tahun.

Selain China dan Filipina, wilayah perairan LCS juga menjadi medan pertikaian yang juga melibatkan Brunei, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam.

AS telah melakukan serangkaian patroli atas nama kebebasan bernavigasi di dekat pulau-pulau yang dikuasai China.

Hal itu membuat Beijing marah besar yang sekaligus meningkatkan kehadiran militernya di kawasan sengketa.

Laksamana Sun Jiangou, Wakil Kepala Departemen Staf Gabungan di Komisi Militer Pusat China, dalam sebuah forum tertutup di Beijing, akhir pekan lalu mengatakan, isu kebebasan bernavigasi adalah isu palsu yang seringkali dibesarkan oleh negara tertentu.

"Kapan kebebasan bernavigasi di LCS terkena pengaruh? Belum pernah, baik di masa lalu maupun saat ini, dan ke depannya tidak akan ada masalah selama tidak ada satu pihak pun yang bermain," katanya.

Menurut Sun, China merupakan penikmat keuntungan terbesar dari kebebasan bernavigasi di LCS dan tidak akan membiarkan siapapun merusaknya.

"Namun China konsisten menentang apa yang disebut dengan kebebasan navigasi militer bergandengan dengan ancaman militer, dan yang menentang serta tidak menghormati hukum laut internasional," kata Sun

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini