TRIBUNNEWS.COM - Sebuah lembaga kajian perang asal AS, Institute for the Study of War merilis hasil studi terbarunya soal ketegangan hubungan Rusia-Ukraina.
Menurut studi itu, dalam waktu dua minggu terakhir militer Rusia telah membangun kekuatan militernya di sekeliling Ukraina, terutama di kawasan-kawasan yang berbatasan langsung dengan Rusia.
Hasil riset lembaga itu menyebut, tanggal 7 Agustus lalu Rusia menuduh militer Ukraina masuk ke wilayah Crimea yang selama ini menjadi sengketa kedua negara tersebut.
Hanya dalam waktu 5 hari setelah insiden itu, atau tepatnya hingga tanggal 12 Agustus 2016 lalu, Rusia langsung mengerahkan kekuatan darat, laut, dan udaranya ke sekitaran Ukraina.
Sejumlah besar kendaraan tempur, seperti tank, milik militer Rusia telah disiagakan di dekat kota Dzhankoy dan Armyansk di Crimea utara, dekat perbatasan dengan Ukraina.
Norman Dzhelalov, Wakil Ketua Tatar Majelis Tatar Crimea (CTM), mewakili kelompok etnis Tatar di Semenanjung Crimea, mengklaim di akun Facebook-nya bahwa tank-tank telah tiba.
Selain pengerahan kekuatan militer, di tanggal yang sama Rusia juga menggelar latihan tempur di wilayah Transnistria, perbatasan sebelah selatan Ukraina.
Baca tanpa iklan