News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Ahok

Unjuk Rasa Anti Ahok Timbulkan Kekhawatiran Perusahaan Jepang

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bendera penjarakan Ahok dalam unjuk rasa anti Ahok membuat kekhawatiran perusahaan Jepang di Indonesia.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Media utama Jepang NHK dalam pemberitaannya, Sabtu (11/2/2017) menuliskan kemungkinan kekhawatiran perusahaan Jepang baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di Jepang akan keadaan Indonesia terutama dengan unjuk rasa anti Ahok akhir-akhir ini.

"Sebelum pemilihan gubernur Jakarta tanggal 15 Februari mendatang, ditakutkan unjuk rasa skala besar masih terjadi memprotes calon gubernur yang dituduh menghina Islam. Protes ditakutkan berkepanjangan dan akan mempengaruhi perusahaan Jepang, meluas dan menyebar nantinya," tulis berita NHK tersebut.

Gubernur Basuki Tjahaja Purnama ikut di pemilihan gubernur DKI Jakarta tanggal 15 Februari dalam pidatonya sempat mengutip ayat suci Alquran yang dianggap sebagai penodaan agama, sehingga membuat banyak muslim di Indonesia menolaknya.

"Dengan latar belakang ini, sejumlah organisasi Islam memprotes gubernur Basuki 11 Februari lalu," tulis NHK.

Baca: Hitung Cepat dan Survei Pilkada, Litbang Kompas Libatkan 507 Tenaga di Lapangan dan 32 Peneliti

Peserta unjuk rasa yang banyak memaksa polisi mengerahkan sekitar 70.000 petugas mengawasi aksi tersebut dan beberapa bendera bertuliskan "Penjarakan Ahok".

"Saya mengambil bagian dalam aksi ini untuk menunjukkan bahwa kami tidak mudah menyerah pada apa yang terjadi. Kita akan protes terus sampai Gubernur Basuki dipenjara," kata seorang pria berusia 41 tahun yang berpartisipasi dalam pertemuan itu.

"Dengan kestabilan sistem politik dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik, dan melihat hasil pemilu Jakarta mendatang, serta perkiraan protes akan berkelanjutan, ditakutkan perusahaan Jepang bahwa hal ini akan dapat berpengaruh kegiatan perusahaan Jepang. Bahkan dikhawatirkan akan semakin menyebar luas aksi protes tersebut," tulis NHK.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini