TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah isu internasional menjadi perhatian utama dalam 24 jam terakhir.
Donald Trump disebut mempertimbangkan Mahmoud Ahmadinejad sebagai sosok untuk memimpin Iran setelah perang.
Ahmadinejad adalah mantan presiden Iran yang dikenal dengan pandangan garis keras dan kontroversial.
Sementara itu, Trump dan Netanyahu terlibat percakapan telepon tegang terkait strategi menghadapi Iran. Netanyahu mendesak AS melanjutkan serangan militer, sementara Trump memilih menunda operasi.
Berikut berita populer Tribunnews di kanal Internasional.
1. Siapa Mahmoud Ahmadinejad? Kini Terungkap Pilihan Utama Trump untuk Pimpin Iran setelah Perang
Pergantian rezim di Iran menjadi salah satu tujuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ketika pasukan AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Pada hari-hari awal serangan tersebut, Trump berulang kali menyarankan agar pemimpin Iran berikutnya harus berasal "dari dalam Iran".
Kini barulah terungkap bahwa Trump memiliki sosok yang sangat spesifik untuk posisi tersebut, yakni Mahmoud Ahmadinejad (69).
Mahmoud Ahmadinejad merupakan mantan presiden Iran yang dikenal karena pandangan garis keras, anti-Israel, dan anti-Amerika.
Rencana tersebut dikembangkan oleh Israel, menurut laporan The New York Times pada Selasa (19/5/2026).
Laporan itu menyiratkan bahwa Ahmadinejad terluka dalam serangan 28 Februari.
Ahmadinejad disebut telah dimintai pendapat mengenai proposal tersebut, tetapi situasi di lapangan dengan cepat menjadi kacau.
Serangan 28 Februari itu dirancang untuk membebaskannya dari tahanan rumah.
Ia selamat dari serangan tersebut, tetapi para pejabat Amerika dan seorang rekan Ahmadinejad mengatakan bahwa insiden itu membuatnya kecewa terhadap rencana perubahan rezim.
Baca tanpa iklan