News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

5 Populer Internasional: Profil Mahmoud Ahmadinejad - Netanyahu dan Trump Cekcok soal Iran

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Ayu Miftakhul Husna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah isu internasional menjadi perhatian utama dalam 24 jam terakhir.

Donald Trump disebut mempertimbangkan Mahmoud Ahmadinejad sebagai sosok untuk memimpin Iran setelah perang.

Ahmadinejad adalah mantan presiden Iran yang dikenal dengan pandangan garis keras dan kontroversial.

Sementara itu, Trump dan Netanyahu terlibat percakapan telepon tegang terkait strategi menghadapi Iran. Netanyahu mendesak AS melanjutkan serangan militer, sementara Trump memilih menunda operasi.

Berikut berita populer Tribunnews di kanal Internasional.

1. Siapa Mahmoud Ahmadinejad? Kini Terungkap Pilihan Utama Trump untuk Pimpin Iran setelah Perang

Pergantian rezim di Iran menjadi salah satu tujuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ketika pasukan AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Pada hari-hari awal serangan tersebut, Trump berulang kali menyarankan agar pemimpin Iran berikutnya harus berasal "dari dalam Iran".

Kini barulah terungkap bahwa Trump memiliki sosok yang sangat spesifik untuk posisi tersebut, yakni Mahmoud Ahmadinejad (69).

Mahmoud Ahmadinejad merupakan mantan presiden Iran yang dikenal karena pandangan garis keras, anti-Israel, dan anti-Amerika.

Rencana tersebut dikembangkan oleh Israel, menurut laporan The New York Times pada Selasa (19/5/2026).

Laporan itu menyiratkan bahwa Ahmadinejad terluka dalam serangan 28 Februari.

Ahmadinejad disebut telah dimintai pendapat mengenai proposal tersebut, tetapi situasi di lapangan dengan cepat menjadi kacau.

Serangan 28 Februari itu dirancang untuk membebaskannya dari tahanan rumah.

Ia selamat dari serangan tersebut, tetapi para pejabat Amerika dan seorang rekan Ahmadinejad mengatakan bahwa insiden itu membuatnya kecewa terhadap rencana perubahan rezim.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini