TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pihaknya sedang meninjau tanggapan terbaru AS terhadap kerangka kerja gencatan senjata yang diusulkan setelah beberapa putaran pertukaran pesan yang dimediasi Pakistan, mengutip Al Jazeera.
Sebelumnya, pada Rabu (20/5/2026), Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan kedua negara berada di “ambang batas” antara tercapainya kesepakatan atau dimulainya serangan baru.
“Percayalah, ini tepat di ambang batas,” kata Trump kepada wartawan.
“Jika kita tidak mendapatkan jawaban yang tepat, semuanya akan berubah dengan sangat cepat. Kita semua siap untuk memulai.”
Di tengah situasi tersebut, Trump berulang kali menyatakan bahwa militer AS telah menyebabkan kerusakan besar terhadap Iran.
Ia mengklaim Iran kehilangan banyak peluncur rudal dan lebih dari 90 persen armada lautnya telah dihancurkan.
Namun, Trump tidak banyak membahas kerugian yang dialami pasukan Amerika sendiri.
Kini, laporan yang diterbitkan Congressional Research Service (CRS) mengungkap bahwa AS kehilangan sedikitnya 42 pesawat militer selama operasi melawan Iran.
CRS adalah lembaga riset nonpartisan di bawah Library of Congress yang menyediakan analisis kebijakan dan hukum untuk anggota Kongres AS.
Laporan CRS menguraikan kerugian atau kerusakan pesawat-pesawat AS selama operasi militer tersebut.
Dokumen yang diterbitkan pada 13 Mei itu disusun berdasarkan laporan media serta pernyataan Departemen Perang AS dan militer AS.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa jumlah kerugian masih dapat berubah karena faktor klasifikasi, operasi tempur yang masih berlangsung, dan proses atribusi.
Dokumen itu menyebutkan militer AS kehilangan sedikitnya 42 pesawat sayap tetap maupun helikopter, termasuk pesawat tanpa awak.
Baca juga: Drama Penyelamatan Pilot F-15E Strike Eagle hingga Kerugian Pasukan Elite AS Usai Bertempur Sengit
Berikut Daftar Kehilangan dan Kerusakan Pesawat Selama Perang Iran
- 4 Pesawat Tempur F-15E Strike Eagle
Pada 2 Maret 2026, CENTCOM melaporkan tiga F-15E ditembak jatuh dan hancur akibat tembakan salah sasaran di atas Kuwait.
Keenam awak pesawat berhasil melontarkan diri dan diselamatkan.
Baca tanpa iklan