Uniknya, deal yang dibuat antara Carter dan Kim Il Sung ini sejatinya tidak pernah dikonsultasikan kepada pemerintah AS.
Karena “ulah” Carter ini, Presiden Clinton mau tidak mau harus membatalkan Op Plan 5027 dan memulai negosiasi panjang. Pada akhirnya, Korut selama dua dekade selalu ingkar janji dan terus mengembangkan senjata nuklirnya.
AS yang tidak sepenuhnya percaya pada Korut tentu tidak lantas membuang Op Plan 5027 begitu saja. AS terus menerus menyempurnakannya, termasuk membuat sejumlah perjanjian payung dengan Jepang.
Dalam perjanjian itu, AS dapat menggunakan pangkalan-pangkalan militer Jepang seandainya perang pecah dengan Korea Utara.
Baca tanpa iklan