Kesempatan bisnis di Indoensia masih terbuka sangat luas menurutnya dengan mengacu data dari Bank Dunia terutama melihat produk domestik kotor (GDP) Indonesia yang masih sekitar 3570 dolar AS per 2016 dibandingkan Singapura negara tetangga yang sudah mencapai lebih dari 30.000 dolar AS.
"Jadi kita tidak merasa ketinggalan atau terlambat memasuki bisnis di Indonesia. Justru mulai sekarang Indonesia akan berkembang lebih baik lagi lebih semarak lagi sehingga kesempatan bisnis jauh lebih banyak lagi bagi kami dan itu kami yakini," tekannya lagi lebih lanjut.
Baca tanpa iklan