Orang-orang inilah, menurut Prof Glees, yang bertugas mengumpulkan data intelijen.
"Kerja mata-mata dilakukan oleh agen—yang dibayar, diperas, atau melakukannya atas alasan ideologi," kata Prof Glees.
"Para pejabat di kedutaan yang bertanggung jawab mengelola agen-agen ini sehingga tangan mereka tidak kotor," sambungnya.
Alasan PM Inggris mengusir 23 diplomat dilatarbelakangi oleh hal ini. May secara tegas meyakini bahwa para diplomat Rusia yang diusir dari London sejatinya mata-mata.
Tapi bagaimana dampaknya terhadap Rusia?
"Saya selalu ditanya apakah kita di Inggris menjadi lebih aman karena pengusiran ini," kata Prof Glees.
Baca tanpa iklan