News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Anwar Ibrahim: "Saya dan Mahathir Sudah Kubur Permusuhan"

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Namun Anwar Ibrahaim tidak dapat langsung bergabung dengan pemerintah dalam waktu dekat. Pertama-tama, ia harus terpilih menjadi anggota parlemen, kedudukannya yang telah dicopot dari pada tahun 2015 ketika tuduhan menyodomi seorang asisten laki-laki muda dikukuhkan pada tingkat banding, -- sebuah keputusan yang mengirimkannya ke penjara.

Pengukuhan vonis hukum dipandang oleh banyak orang telah diatur oleh pemerintah Najib untuk meredam ancaman politik Anwar yang makin meningkat.

Pembebasan Anwar juga membentuk semacam ‘reuni‘ dengan mentornya yang pernah satu kali berubah menjadi musuh dan sekarang bersekutu lagi dengannya- Mahathir.

Anwar Ibrahim yang karismatik adalah bintang politik yang meningkat pada 1990-an di bawah kepemimpinan Mahathir. Ia memimpin berbagai kementerian dan mendapatkan pujian di luar negeri sebagai seorang reformis. Dia menjadi wakil perdana menteri dan dianggap sebagai penerus Mahathir .

Namun ‘persekutuan‘ kedua pria itu mengalami kehancuran spektakuler yang mencengkeram politik negara. Keduanya berbeda pendapat dalam hal penanggulangan krisis ekonomi yang terimbas dari krisis global. Anwar dipecat dan didakwa dengan tuduhan korupsi dan sodomi, tuduhan yang dilihat bermotif politik.

Sejak masalah merundung suaminya, kehidupan Wan Azizah, pun berubah drastis. Ia terjun langsung ke dunia politik demi memperjuangkan keadilan bagi suaminya. Protes yang belum pernah terjadi sebelumnya pun akhirnya meletus.

Setelah menghabiskan masa enam tahun di penjara, Anwar kemudian menggunakan kekuatannya untuk menyatukan massa oposisi yang sebelumnya tidak ada harapan, sebelum kemudian tuduhan sodomi kembali melemparkannya sekali lagi ke dalam belantara politik.

ap/rzn(afp/straittimes/malaysiakini)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini