Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam
TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Perdana Menteri Inggris, Theresa May menyerukan "pemilihan bebas dan terbuka" di Thailand saat ia bertemu dengan pemimpin negara itu Prayut Chan-O-Cha di London pada Rabu (20/6/2018).
Dilansir dari channelnewsasia.com, Kamis (21/6/2018), Prayut adalah mantan panglima militer yang merebut kekuasaan dari pemerintah sipil Thailand dalam kudeta 2014, akan bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin sebagai bagian dari tur Eropa yang sangat dipublikasikan.
"Perdana Menteri mendesak kemajuan berlanjut menuju pemilihan bebas dan terbuka di Thailand sesuai dengan standar internasional, termasuk pembatasan pada partai politik yang dicabut pada tahap awal," kata juru bicara Prayut setelah pertemuan.
Baca: Iran vs Spanyol, Aksi Pemain Iran Melempar Bola Sambil Salto Bikin Netizen Bingung
Pertemuan May dengan Prayut dilakukan hanya dua hari setelah Thailand melaksanakan eksekusi pertamanya sejak 2009, mendorong kemarahan dari kelompok hak asasi manusia.
Selama pertemuan, Prayut meyakinkan Mei bahwa Thailand akan mengadakan pemilihan umum awal tahun depan.
Prayut, sekarang perdana menteri, sedang berusaha untuk meningkatkan citranya sebagai seorang politisi daripada orang militer karena banyak warga Thailand yang lelah terhadap aturan junta menjelang pemilihan yang tertunda lama yang dijanjikan untuk Februari.
Baca tanpa iklan