TRIBUNNEWS.COM - Ringgit Malaysia menguat terhadap dolar AS dan mata uang utama lainnya pada Jumat (22/5/2026), didukung oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta prospek makroekonomi Malaysia yang membaik, lapor New Straits Times.
Pada pukul 08.00 waktu setempat, ringgit menguat menjadi 3,9550/9645 (kurs beli/jual) terhadap dolar AS dari penutupan Kamis di level 3,9595/9630.
Kepala Ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, Mohd Afzanizam Abdul Rashid, mengatakan optimisme bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran akan segera mencapai resolusi damai terus meningkat.
Ia mengatakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent turun masing-masing 1,49 persen dan 2,32 persen menjadi 97,79 dolar AS per barel dan 102,58 dolar AS per barel.
“Menurut kantor berita Iran, Teheran sedang mengevaluasi proposal dari AS yang telah mempersempit kesenjangan sampai batas tertentu,” katanya kepada Bernama.
Ia juga menyebut ringgit diperkirakan tetap berada dalam posisi yang kuat di tengah latar belakang makroekonomi Malaysia yang positif, terutama karena surplus neraca transaksi berjalan meningkat menjadi 3,0 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I 2026, dari 0,5 persen pada kuartal sebelumnya.
“Selain itu, posisi fiskal pemerintah terus membaik, dengan defisit fiskal menyempit menjadi 17,1 miliar ringgit Malaysia atau 3,3 persen dari PDB pada kuartal I 2026, dari 21,9 miliar ringgit Malaysia atau 4,5 persen dari PDB pada periode yang sama tahun 2025. Oleh karena itu, ringgit diperkirakan tetap mendapat dukungan kuat di kisaran 3,95 hingga 3,96 terhadap dolar AS hari ini,” katanya.
Baca juga: Ringgit Malaysia Menguat, Pengusaha: Jadi Momentum Tarik Wisatawan RI Tetap Liburan di Tanah Air
Pada pembukaan perdagangan, ringgit juga diperdagangkan lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang utama.
Ringgit menguat terhadap poundsterling Inggris menjadi 5,3120/3247 dari 5,3220/3267 pada penutupan Kamis, menguat terhadap euro menjadi 4,5945/6056 dari 4,6037/6078 sebelumnya, dan naik terhadap yen Jepang menjadi 2,4866/4928 dari 2,4906/4929.
Selain itu, ringgit juga menguat terhadap mata uang regional.
Ringgit menguat terhadap dolar Singapura menjadi 3,0949/1026 dari sebelumnya 3,0967/0997 dan menguat terhadap baht Thailand menjadi 12,1286/1648 dari sebelumnya 12,1304/1468.
Ringgit juga menguat terhadap rupiah Indonesia menjadi 223,8/224,5 dari sebelumnya 224,1/224,4 dan menguat terhadap peso Filipina menjadi 6,42/6,44 dari sebelumnya 6,43/6,44.
Mengapa Ringgit Malaysia Terus Menguat?
Mengutip situs layanan manajemen keuangan PhillipInvest.com.my, sejak 2024 ringgit Malaysia mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan setelah melemah selama lima dekade terakhir.
Menjelang 2026, sejumlah faktor besar mulai dari penataan ulang rantai pasokan global, pengelolaan fiskal yang lebih kuat, hingga peningkatan investasi asing langsung menunjukkan bahwa ringgit masih memiliki ruang untuk menguat.
Berikut faktor-faktor utama yang mendukung penguatan ringgit hingga 2026.
Baca tanpa iklan