News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kisah Noura, perempuan belia yang diperkosa suami dan menghadapi hukuman mati

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Keluarga besarnya meninggalkan daerah konflik Darfur pindah ke al-Bager ketika Noura masih anak-anak.

Mereka tidak mempunyai banyak uang, tetapi usaha ayah Noura -sebuah toko kelontong kecil yang menjual berbagai peralatan dan minyak- memungkinkan anak perempuannya mendapatkan pendidikan.

Hal ini membuatnya sangat gembira.

Tetapi pada tahun 2015, sepupu Noura, Abdulrahman Mohamed Hammad, 32 tahun, melamarnya. Saat itu dia berumur 16 tahun.

Ibunya mengatakan anak perempuannya pada mulanya tidak terganggu dengan lamaran tersebut, tetapi Noura meminta diizinkan melanjutkan pendidikannya. Dia juga meminta pernikahannya ditunda sampai ibunya melahirkan.

Meskipun demikian keluarga terus mendesak, terutama ayahnya sendiri, Hussein.

"Banyak anak perempuan di daerah ini menjadi hamil dan melahirkan anak haram," kata Hussein.

Hussein mengatakan dirinya tidak menginginkan anak perempuannya mengalami nasib serupa dan menjadi ibu tanpa suami.

Meskipun Noura mengikuti upacara pendahuluan, dia kemudian semakin terlihat menolak pernikahan.

Dia melarikan diri ke bibinya di Sinnar, sebuah kota sekitar 350 km dari desanya. Noura berada disana selama dua hari. Dia diajak pulang ke rumah dengan pemahaman bahwa pernikahan tidak akan dirampungkan.

Kenyataannya, begitu dia kembali upacara pernikahan dilanjutkan tetapi dia tidak diharuskan tinggal bersama suaminya.

Selama dua tahun sesudahnya Noura tetap berada di rumah keluarganya. Ketika Abdulrahman mengunjungi, dia langsung mengatakan dirinya tidak berkeinginan menikah dengannya.

Sejak ditangkap, Noura selalu diborgol di sebuah penjara tanpa atap.

Meskipun demikian, tetua keluarga menekan agar Noura dan suaminya mulai meresmikan hubungan dan bertingkah laku seperti pasangan yang telah menikah secara resmi.

Di masyarakat yang dekat hubungannya, memang merekalah yang mengambil keputusan. Kehormatan keluarga adalah bagian terpenting dari kebudayaan mereka.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini