News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polwan menangkap orang yang memperkosanya saat masih kecil

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sudah pupus harapan Tabata melihat Fabricio berada di balik jeruji besi, saat ayahnya mengingatkan bahwa ada anak perempuan lain yang digerayangi oleh orang yang sama.

Tabata pun datang ke keluarganya untuk mengaku.

Bukti ini sangat penting untuk membuka kasus itu.

Fabricio mengklaim bahwa Tabata membuat-buat kisahnya sebagai balas dendam ayahnya yang marah.

Dia dihukum tujuh setengah tahun penjara namun tetap bebas menunggu keputusan banding.

Akhir sebuah siklus

Tabata saat ini berusia 24 tahun dan menyelesaikan pendidikannya di akademi polisi. Dia mengatakan masa kecilnya yang penuh kekerasan mendorong keputusannya untuk bergabung dengan aparat keamanan.

Namun meskipun nalurinya ingin "menangkap semua pemerkosa", dia menjaga jarak dengan semua kasus pemerkosaan di rutinitas kesehariannya di kantor.

"Saya tidak mungkin bisa mengendalikan diri saya dan menjadi profesional dalam kasus-kasus yang ekstrem, seperti saat seorang bayi diperkosa," katanya.

"Dan peran saya sebagai polisi adalah menjalankan tugas-tugas saya berdasarkan hukum."

Penugasan khusus datang suatu hari pada Desember 2016, saat Fabricio kalah banding.

Dia bersembunyi di sebuah pondok yang tersembunyi di antara bantaran sungai.

Tabata memasukkan pemerkosanya ke dalam penjara.

"Sebenarnya rekan kerja saya yang menangkapnya, namun saya menegaskan dengan menguncinya di belakang jeruji," kata Tabata.

"Saya ingin mengakhiri sebuah siklus."

Sebuah peringatan kepada para orangtua

Fabricio dilepaskan kurang dalam setahun karena berperilaku baik dan melakukan pekerjaan baik.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini