Seperti remaja pada umumnya, Anna punya mimpi berkuliah, mendapatkan pekerjaan, dan bisa menyisihkan uang untuk membantu meringankan beban keluarga.
Itulah sebabnya, di usia yang masih belia, Anna memutuskan meninggalkan Rumania dan pindah ke London.
Anna ingin masuk ke perguruan tinggi di ibu kota Inggris ini, namun sebelum ia bisa mewujudkan cita-citanya itu, ia harus bekerja dulu agar punya tabungan yang cukup untuk membayar biaya kuliah.
Ia bekerja serabutan, apa saja. Jadi pelayan restoran, petugas kebersihan, hingga mengajar les privat matematika.
Semuanya sesuai rencana hingga kejadian pada suatu siang di bulan Maret 2011 mengubah segalanya.
Ia tengah dalam perjalanan pulang menuju rumah sewanya di London utara ketika disekap oleh seseorang dari belakang dan dimasukkan secara paksa ke dalam mobil berwarna merah tua.
Di dalam mobil ada dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan.
- Kisah Ekhlas, budak seks ISIS: 'Saya diperkosa setiap hari selama enam bulan'
- Ritual Yazidi untuk terima lagi perempuan yang menjadi budak seks ISIS
- Budak seks tentara Jepang: Peneliti menemukan bukti video
Mereka langsung menghajar Anna.
Yang perempuan merebut tas Anna dan meneliti isi tas tersebut. Ia mengambil telepon genggam milik Anna dan mengecek semuanya. Mulai dari nomor-nomor telepon yang Anna hubungi hingga siapa saja teman Anna di Facebook.
Keluarga akan dibunuh
Ia juga mengambil paspor Anna.
Anna membawa paspor ke mana-mana, lantaran dokumen penting ini pernah menjadi sasaran pencurian.
Di dalam mobil, Anna dikeroyok. "Mereka menampar, memukuli, dan mengancam saya," ungkap Anna. Dari sini ia tahu bahwa kelompok yang menyekapnya berasal dari Rumania.
"Mereka mengatakan, kalau saya menolak mengikuti permintaan mereka, seluruh keluarga saya di Rumania akan dibunuh," tutur Anna.
Di dalam mobil, otak Anna berputar dan mengantisipasi kemungkinan terburuk, dari mulai akan diambil organ tubuh, dipaksa menjadi pelacur, hingga dibunuh.
Baca tanpa iklan