News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kisah calon mahasiswi yang diculik di London dan dipaksa jadi budak seks

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Klien membayar 80-100 euro untuk layanan setengah jam dan 160-200 euro untuk satu jam.

Perlakuan yang ia alami dari laki-laki yang ia layani kadang membuatnya tak kuat berdiri, berdarah, atau merasakan sakit yang luar biasa, yang membuatnya mengira ia akan mati.

"Mereka tahu bahwa saya dan beberapa perempuan disekap dan dipaksa menjadi pelacur ... mereka tahu dari bekas luka atau lebam di tubuh kami. Tapi mereka tak peduli," kata Anna.

Pada bulan Juli polisi menggerebek rumah bordil dan menahan semua perempuan yang dipaksa menjadi pelacur. Anehnya, orang-orang yang menjalankan bisnis layanan seks ini hilang. Mereka sepertinya tahu polisi akan melakukan razia.

Anna dan beberapa perempuan lain diadili tapi kemudian dibebaskan.

Di luar gedung pengadilan, orang-orang yang menjalankan bordil sudah menunggu. Anna tak punya pilihan lain. Ia tak punya uang dan tak tahu akan lari ke mana. Ia kembali menjadi pelacur.

Setelah penggerebekan, ia dan beberapa perempuan lain lebih sering diminta melayani laki-laki di hotel.

Tapi ada klien yang meminta dilayani di rumah mereka.

Dari sini Anna melihat peluang untuk kabur.

Kesempatan ini terbuka saat Anna diminta melayani laki-laki bernama Andy di apartemennya.

"Ia tak pernah meminta hubungan badan, ia hanya ingin ngobrol," kata Anna.

Anna mencoba mengingat-ingat lokasi di mana Andy tinggal.

Pada suatu malam, dengan berjalan kaki, Anna menuju rumah Andy dan untungnya ia ada di rumah dan mengizinkannya untuk tinggal sementara.

Anna kemudian memutuskan untuk mengontak polisi dan kali ini polisi mendengarkan seluruh kisahnya, bahwa ia adalah korban penculikan dan dipaksa menjadi pelacur.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini