"Artinya gini, yang sudah ada kasus (HIV), jangan sampai tambah baru. Nah ini, dengan cara menggunakan ATM Kondom, jadi mudah. Karena untuk mendapatkan kondom, bukan hal yang mudah buat suami. Kalau mau beli di toko, nyari momen agak sepi," imbuhnya.
MUI Jabar berpandangan lain. Ketua MUI Jabar, Rachmat Safe'i, mengatakan pemasangan ATM Kondom memudahkan kaum muda yang belum menikah untuk mendapatkan kondom yang mengarah ke prilaku zina.
Rachmat tidak setuju pemasangan ATM Kondom dan sosialisasi penggunaan kondom secara meluas meski dengan alasan kesehatan.
"MUI tidak setuju karena bisa mendorong untuk berbuat yang menyimpang dari prinsip agama. Memberikan suatu alat untuk menjaga kesehatan, tapi umumnya dipakai dalam perbuatan zina, menurut agama tentu dilarang," kata Rachmat Safe'i.
Pencegahan penularan virus HIV, lanjut Rachmat, bisa dicegah dengan tidak melakukan perzinaan dan berhubungan seks hanya dengan pasangan sah.
"Justru kalau misalnya mengurangi kasus HIV dengan cara yang tidak sah, akan terjadi kerusakan di masyarakat. Sehat tapi rusak akhlaknya, tidak bisa begitu," ujar Rachmat.
Baca tanpa iklan