News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Apakah anjing dan kucing peliharaan Anda berdampak buruk bagi lingkungan?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

"Di negara berkembang, seiring penduduk yang semakin kemakmuran, mereka semakin sering mengkonsumsi daging dan memelihara binatang," ujar Okin.

Penjualan makanan hewan peliharaan mencapai Rp1,3 triliun di seluruh dunia.

Industri penyedia panganan hewan peliharaan, yang penjualannya di seluruh dunia mencapai US$91 miliar (Rp1,3 triliun) tahun 2018, sebagaimana dicatat Euromonitor International, merupakan pemain kunci dalam perdebatan tentang jejak ekologis ini.

Kepada BBC, Michael Bellingham, pimpinan utama Asosiasi Produsen Makanan Hewan, menyatakan hal-hal untuk mempertahankan industrinya.

Bebas daging

"Belakangan ini banyak laporan tidak tepat terkait porsi daging yang digunakan industri makanan hewan," kata Bellingham.

"Industri kami menggunakan banyak produk sampingan yang cocok untuk konsumsi manusia, tapi ini tidak dimanfaatkan sama sekali atau sedikit demi sedikit, oleh produsen makanan manusia."

"Produsen makanan hewan menggunakan material itu untuk memberi nilai tambah padanya. Dengan demikian, mengurangi efek bahan tak terpakai, ketersediaan komoditas dan meminimalkan jejak karbon."

"Tidak ada binatang yang diternak khusus untuk industri makanan hewan," ujar Bellingham.

Industri itu juga melihat bahan makanan bebas daging sebagai solusi jitu persoalan ini. Eksperimen penggunaan protein alternatif seperti serangga juga tengah dikaji.

Bagaimanapun, kata Robert Vale, "Dalam konteks keberlanjutan, jika Anda menginginkan hewan peliharaan, miliki yang berpola makan vegetarian ketimbang karnivora."

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini