TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan mengunjungi Korea Utara selama dua hari, mulai Kamis mendatang.
Seperti yang disampaikan media pemerintah dari kedua negara itu pada Senin kemarin.
Dikutip dari laman Al Jazeera, Selasa (18/6/2019), rencana tersebut menjadikan Xi sebagai pemimpin pertama Tiongkok yang berkunjung ke Korut sejak 14 tahun terakhir.
Perlu diketahui, Tiongkok merupakan satu-satunya sekutu terbesar Korut yang dikenal sebagai negara tertutup.
Kunjungan tersebut direncanakan di tengah ketegangan yang baru saja terjadi antara Korut dan Amerika Serikat (AS) terkait upaya AS dalam membujuk agar Korut mau menyerahkan senjata nuklirnya.
"Kedua pihak (Tiongkok dan Korut) akan bertukar pandangan tentang situasi di Semenanjung (Korea) dan mendorong kemajuan baru dalam resolusi politik terkait semenanjung tersebut," kata seorang penyiar berita dari media pemerintah Tiongkok.
Rencana kunjungan Tiongkok tersebut menjawab undangan yang diajukan oleh Pemimpin Korut Kim Jong Un.
Baca: Istri Setya Novanto Tidak Kena Jerat Pidana, Setnov Tidak Dapat Remisi
Sejak gagalnya kesepakatan dalam pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump di Hanoi, Vietnam pada awal tahun ini, Korut telah memulai kembali sejumlah tes senjatanya.
Kegiatan tersebut seolah memperingatkan AS bahwa akan ada konsekuensi yang benar-benar diberlakukan, jika AS tidak fleksibel.
Terkait kunjungan Xi ke Korut, akan dimulai dengan kesibukan aktivitas diplomatik tingkat tinggi di sekitar Semenanjung Korea.
Sedangkan rivalnya, Trump akan mengunjungi sekutu Korea Selatan (Korsel), pasca menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Osaka, Jepang pada bulan ini.
Sementara di sisi lain, Presiden Korsel Moon Jae In mengatakan bahwa dirinya dan Xi akan mengadakan pembicaraan selama G20.
Kunjungan ini juga dilatarbelakangi oleh meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan AS terkait perdagangan dan permasalahan lainnya.
Lalu untuk hubungan antara Kim dan Xi, Kim telah melakukan empat kali kunjungan ke Tiongkok sejak Maret 2018 lalu.
Kunjungan pertama yang sebagian besar dilakukan secara rahasia, merupakan perjalanan pertama Kim sejak ia memegang kekuasaan pada Juni 2011 silam.
Baca tanpa iklan