China Railway Group Limited memegang saham mayoritas, sedangkan WIKA memiliki 30 persen, sisanya dipegang oleh PT Jasa Marga Tbk, PT Kereta Api Indonesia dan PT Perkebunan Nusantara VIII.
"Dari mana kami bisa mendapatkan uang begitu banyak untuk membantu negara-negara sahabat? Itu adalah akumulasi dari uang kami selama bertahun-tahun. Kami memberikan bunga pinjaman yang sangat rendah dan jangka waktu pinjamannya sangat panjang," ujar Fan Ying.
Baca tanpa iklan