News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hong Kong: Massa bertopeng menyerbu stasiun kereta, puluhan orang terluka

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekelompok pria bertopeng yang dipersenjatai tongkat menyerbu stasiun kereta api di distrik Yuen Long, Hong Kong, Minggu (21/07).

Rekaman video yang diunggah di media sosial memperlihatkan sekelompok pria, yang semuanya mengenakan kaus putih, melakukan kekerasan terhadap orang-orang di peron dan di dalam gerbong kereta.

Setidaknya 36 orang terluka dalam insiden tersebut, demikian laporan media setempat.

Serangan gerombolan itu terjadi menyusul unjuk rasa pro-demokrasi terbaru di pusat Hong Kong, yaitu lokasi saat aparat polisi anti huru-hara menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah para pengunjuk rasa.

Tidak jelas siapa gerombolan bertopeng tersebut atau apa motif di balik serangan itu.

javascript:void(0)

Dalam pernyataannya, pemerintah mengatakan bahwa di distrik Yuen Long "ada beberapa orang berkumpul di peron stasiun MTR dan di dalam gerbong kereta, dan menyerang penumpang".

"Ini benar-benar tidak dapat diterima bagi Hong Kong yang masyarakatnya mematuhi aturan hukum. Pemerintah SAR (Daerah Administratif Khusus) sangat mengutuk setiap kekerasan dan secara serius akan mengambil tindakan penegakan hukum."

Polisi Hong Kong juga mengatakan: "Beberapa orang menyerang penumpang di peron stasiun MTR Yuen Long dan di dalam gerbong kereta, yang mengakibatkan banyak orang cedera."

javascript:void(0)

Sekelompok orang menyerbu stasiun MTR Yuen Long sekitar pukul 22:30 waktu setempat, beberapa jam setelah bentrokan antara demonstran dan polisi di wilayah Sheung Wan.

Yuen Long adalah distrik di pinggiran Hong Kong, dan jauh dari lokasi unjuk rasa pro-demokrasi.

Apa yang terjadi pada pawai pada hari Minggu?

Polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah pengunjuk rasa di Hong Kong dalam unjuk rasa besar-besaran pro-demokrasi.

Tindakan ini diambil polisi, karena mereka menuduh demonstran yang melemparkan pertama kali benda-benda keras ke arah polisi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini