News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Militer AS Cegat Kapal Tanker Iran yang Angkut 2 Juta Barel Minyak Menuju Singapura

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi kapal tanker Iran berlayar di laut lepas.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -   Bak 'bajak laut'  militer Amerika Serikat (AS) mencegat dan menaiki kapal tanker Tifani yang mengangkut minyak Iran di lautan internasional, jauh dari perairan Timur Tengah.

Kapal tersebut terakhir melaporkan posisinya pada Selasa (21/4/2026) pagi berada di dekat Sri Lanka di Samudra Hindia, menurut data pelacakan MarineTraffic. 

Kapal itu hampir penuh muatan 2 juta barel minyak mentah (setara dengan kurang lebih 270.000 hingga 300.000 ton).

Adapun tujuan kapal itu adalah Singapura.

"Seperti yang telah kami tegaskan, kami akan melanjutkan upaya penegakan hukum maritim global untuk mengganggu jaringan ilegal dan mencegat kapal-kapal yang dikenai sanksi yang memberikan dukungan material kepada Iran di mana pun mereka beroperasi," kata Komando Pusat AS dikutip dari Reuters.

Di media sosial, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran telah melakukan banyak pelanggaran gencatan senjata, tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Ia mengatakan kepada CNBC bahwa blokade laut tersebut telah berhasil dan AS berada dalam posisi yang kuat untuk mendapatkan "kesepakatan yang hebat".

Tidak ada komentar langsung dari Iran mengenai kapal yang dicegat militer AS.

Iran sebagian besar telah memblokir Selat Hormuz yang mengontrol akses ke Teluk bagi semua kapal kecuali kapal-kapalnya sendiri. 

Pekan lalu, Iran mengumumkan akan membuka kembali selat tersebut, tetapi membatalkan keputusan itu pada hari Sabtu setelah Trump menolak untuk mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Hal itu menyebabkan selat tersebut tertutup dan dunia kehilangan 20 juta barel minyak yang biasanya melewati selat tersebut setiap harinya.

Tak Ingin perpanjang gencatan senjata

Presiden AS Donald Trump mengatakan  tidak ingin memperpanjang gencatan senjata dengan Iran.

Gencatan senjata itu akan berakhir besok, 22 April 2026.

Kendati dia mengatakan militer AS "siap untuk bertindak" jika negosiasi tahap kedua dengan Iran di Pakistan tidak berhasil.

Trump  berbicara tak lama setelah militer AS mengumumkan telah menaiki sebuah kapal tanker minyak besar Iran di laut di perairan internasional.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini