Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Paus Fransiskus (82) dari Vatikan akan mengunjungi Tokyo Hiroshima dan Nagasaki Jepang antara tanggal 23-26 November 2019 serta menemui kaisar Jepang yang baru.
"Kami berharap bahwa kunjungan ini akan semakin memperkuat hubungan antara Jepang dan Vatikan," kata Yoshihide Suga Sekretaris Kabinet Jepang pada sebuah konferensi pers baru-baru ini.
Ini adalah kunjungan Paus kedua ke Jepang. Sebelumnya adalah Paus John Paul II di tahun 1981. Berarti setelah 38 tahun kembali akhirnya Paus mengunjungi Jepang atas undangan PM Jepang Shinzo Abe tahun 2014 saat berkunjung ke Vatikan.
Kemudian Mei 2018 dua walikota Jepang menyampaikan surat pribadi agar Paus berkunjung ke Jepang dilakukan oleh Tomohisa Taue Walikota Nagasaki dan Kazumi Matsui Walikota Hiroshima.
Akhirnya pada bulan Desember 2018 Paus memutuskan berkunjung ke Jepang sekitar akhir tahun 2019.
Tema kunjungan Paus kali ini adalah "Lindungi Semua Kehidupan."
Paus juga akan membuat Misa bersama tanggal 25 November di Tokyo Dome Tokyo mulai jam 15:30 serta misa bersama di Nagasaki Baseball Stadium tanggal 24 November jam 13:30. Paus juga akan mengunjungi tempat jatuhnya bom atom di Hiroshima.
Selain itu akan bertemu Kaisar Jepang yang baru Naruhito tanggal 23 November setelah tiba di Tokyo dengan pesawat khususnya.
Logo khusus tema kedatangan Paus ke Jepang memiliki arti bersatu dengan nyala api merah yang mewakili para martir sebagai fondasi Gereja di Jepang dan nyala api biru muda yang mewakili Bunda Terberkati yang merangkul seluruh umat manusia sebagai anak-anaknya, nyala hijau dalam rupa Jepang yang berlimpah dengan alam mengekspresikan harapan misi untuk memberitakan Injil.
Sedangkan lingkaran merah sebagai gambar matahari mencakup semua kehidupan sama dengan cinta.
Logo tersebut mengekspresikan tema kunjungan Paus Francis ke Jepang, "Lindungi semua kehidupan".