News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Venesia dilanda banjir terparah dalam 50 tahun

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Venesia, kota di Italia dengan penduduk 50.000 jiwa namun dengan kunjungan turis sekitar 20 juta pertahun, menghadapi banjir terparah dalam 50 tahun terakhir, dengan lebih 80% area tergenang.

Sejauh ini, air pasang tercatat di angka setinggi 160cm dengan kerugian jutaan euro.

Lapangan Santo Markus, salah satu kawasan yang paling banyak dikunjungi turis, telah ditutup; demikian juga dengan sekolah-sekolah yang sudah tidak dibuka selama tiga hari.

Kota kanal di Italia ini memang mengandalkan transportasi air dan salah satu sarana utama, bus air atau vaporetti — juga berhenti beroperasi.

Ketinggian air pasang tertinggi tercatat 187cm pada hari Selasa (12/11), yang paling parah dalam lebih 50 tahun, sehingga merusak banyak gedung dan monumen bersejarah, toko-toko dan perumahan.

Pemerintah Italia menetapkan keadaan darurat di kota yang ditetapkan sebagai situs warisan budaya dunia UNESCO ini.

Pemilik rumah yang rusak akibat banjir dapat menerima ganti rugi senilai sampai €5.000 atau Rp77 juta, sementara tempat usaha mendapatkan €20.000 atau Rp310 juta.

Air hijau pekat

Berbagai langkah darurat dilakukan di banyak tempat setelah air meluap, lapor wartawan BBC Jenny Hill dari Venesia.

Sirene banjir pertama terdengar pada hari Rabu dini hari (13/11) di kota dengan jembatan-jembatan dan kanal kuno ini.

Dalam waktu beberapa jam setelah sirene dibunyikan, air hijau pekat Grand Canal meluap.

Jalan-jalan di seputar juga tergenang. Para wisatawan membungkus sepatu mereka dengan plastik sambil membawa membawa tas mereka di sepanjang jalan setapak sempit yang dibuat pemerintah agar pejalan kaki tetap bisa bergerak.

Di kedua sisinya, air kotor terus meluap. Di bawah, dengan mengenakan bot karet, para pemilik tempat usaha mulai mengoperasikan pompa kecil. Banyak dari mereka menempatkan penangkal banjir di pintu - yang jelas tidak ada gunanya. Air segera meluap sampai setinggi pergelangan kaki di toko cendera mata dan kafe.

Air Grand Canal sekarang setinggi trotoar.

"Sedih melihat kota rusak berat, warisan seninya hancur, kegiatan bisnis terhenti," tulis Perdana Menteri Giuseppe Conte, yang mengunjungi Venesia pada hari Rabu, di Facebook.

Kota ini dihuni 50.000 orang, tetapi sekitar 20 juta wisatawan berkunjung setiap tahun.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini