News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hong Kong: Polisi berupaya tembus kampus, disambut demonstran dengan panah dan api

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mereka yang tersisa tampak bertekad berjuang sampai akhir, apapun risikonya.

"Jika saya mati, ingatlah saya," kata seorang pemuda kepada saya.

"Kamu yakin itu bisa terjadi?" tanya saya.

Dia mengangkat bahunya dengan gugup.

Bentrokan antara aparat dan demonstran juga terjadi di sekitar kampus. Kebakaran dahsyat dilaporkan sempat berlangsung di jembatan pejalan kaki yang, menurut sejumlah saksi mata, memicu serangkaian ledakan kecil. Dinas pemadam kebakaran api kemudian menghentikan kobaran api.

Sementara itu, sebuah truk polisi di jembatan atas terowongan Cross Harbour, yang menghubungkan Kowloon dan Pulau Hong Kong, dibakar dan dipaksa mundur oleh kerumunan massa demonstran. Mereka berlindung di balik payung sembari melemparkan bom molotov.

Para demonstran antipemerintah melemparkan kertas untuk mengobarkan api di tangga jalur masuk utama kam[pus PolyU, pada Senin (18/11) pagi.

Pihak kampus sudah mendesak mereka yang berada di lingkungan kampus untuk hengkang.

"Universitas adalah tempat memajukan pengetahuan dan mengembangkan bakat. Universitas bukan arena pertempuran bagi pertikaian politik dan seharusnya tidak diseret ke konfrontasi yang penuh kekerasan," sebut pernyataan PolyU.

Sejumlah demonstran bersenjatakan panah terlihat di kampus PolyU.
Seorang polisi terkena panah dekat kampus PolyU.

Dalam perkembangan lain, pada Sabtu (16/11), sejumlah prajurit China berpakaian kaus oblong dan bercelana pendek dikerahkan ke jalan-jalan untuk membantu membersihkan puing-puing dan menyingkirkan barikade-barikade.

Inilah untuk pertama kalinya sejak aksi protes meletup, prajurit China—yang jarang meninggalkan barak mereka di Hong Kong—dikerahkan ke jalan.

Rangkaian demonstrasi di Hong Kong, yang dimulai pada Juni lalu, dipicu oleh rencana pemerintah setempat untuk mengekstradisi pelaku kejahatan ke China daratan. Namun, protes berkembang menjadi tuntutan perluasan demokrasi dan penyelidikan atas dugaan kekerasan polisi.

Aksi tak kunjung henti ini menyebabkan Hong Kong untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir mengalami resesi ekonomi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini