News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ratu kripto: Bagaimana Ruja Ignatova menipu dunia kemudian menghilang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tetapi masalah mulai muncul. Acara penukaran OneCoin menjadi uang kontan ditunda.

Para penanam modal menjadi semakin khawatir.

Ruja tidak muncul pada pertemuan di Lisabon, Portugal pada bulan Oktober 2017, padahal acara ini dilakukan untuk mengatasi masalah di atas.

Panggilan telepon dan pesan tidak dijawab. Kantor pusatnya di Sofia juga tidak mengetahui dimana Ruja berada.

Sebagian orang khawatir dia dibunuh atau diculik pihak bank, pihak yang paling mengkhawatirkan revolusi mata uang kripto.

Pada permulaan tahun ini, dokumen FBI yang diajukan ke pengadilan mengisyaratkan bahwa pada tanggal 25 Oktober 2017, hanya dua minggu setelah ketidakmunculan Ruja di Lisabon, perempuan ini terbang dengan menggunakan Ryanair dari Sofia ke Athena, Yunani.

Kemudian Ruja Ignatova sama sekali menghilang.

Daniel Lienhardt (kaus abu-abu) satu dari ribuan warga Uganda yang membeli mata uang kripto palsu Dr Ruja.

Mengapa orang percaya?

Para penanam modal mengatakan yang pertama kali membuat mereka tertarik adalah ketakutan bahwa mereka kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan.

Mereka membaca artikel terkait dan iri terhadap orang menjadi kaya lewat Bitcoin dan mereka berpikir OneCoin akan membuat mereka kaya.

Banyak orang juga terkesan dengan pribadi, keyakinan diri Dr Ruja.

Profesor Eileen Barker dari London School of Economics, London mengatakan: "Ketika sebuah ramalan mengalami kegagalan, mereka justru semakin mempercayainya."

"Terutama jika Anda tidak hanya menginvestasi sesuatu, tidak hanya uang tetapi juga keyakinan, reputasi dan kecerdasan."

Apa yang dilakukan

Otorita Keuangan Inggris (FCA) memperingatkan pada bulan September 2016 di situsnya. "Kami memandang para konsumen seharusnya berhati-hati saat berurusan dengan OneCoin. Kami mengkhawatirkan kemungkinan munculnya risiko negatif terhadap konsumen Inggris."

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini